Rabu, 15 Agu 2018 17:56 WIB

Waduh, Cedera Kepala Bisa Bikin Keinginan Bunuh Diri Meningkat

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Cedera kepala berat bisa memengaruhi otak bukanlah mitos. Studi menyebut cedera kepala berat bisa meningkatkan keinginan untuk bunuh diri. Foto: Thinkstock Cedera kepala berat bisa memengaruhi otak bukanlah mitos. Studi menyebut cedera kepala berat bisa meningkatkan keinginan untuk bunuh diri. Foto: Thinkstock
Jakarta - Klaim soal cedera kepala berat bisa memengaruhi otak bukanlah mitos. Studi dari Denmark menyebut cedera kepala berat bisa meningkatkan keinginan untuk bunuh diri.

Peneliti dari Danish Research Institute of Suicide Prevention, Psychiatric Center Copenhagen, Denmark, menyebut cedera kepala yang menyebabkan koma, kehilangan kesadaran, hingga retaknya tulang tengkorak berisiko 2 kali lipat meninggal karena bunuh diri.



"Trauma dan cedera di kepala bisa memengaruhi fungsi otak, menyebabkan gangguan psikologis, dan konsekuensinya, meningkatkan risiko bunuh diri," ujar Trine Madsen, dikutip dari Reuters.

Penelitian dilakukan kepada 7,4 juta orang anak-anak berusia 10 tahun ke atas dan orang dewasa, sejak tahun 1980 hingga 2014. Selama periode ini, 7,6 persen partisipan mengalami cedera kepala.

Di akhir tahun 2014, 34.529 orang meninggal karena bunuh diri. Dari data tersebut didapatkan prevalensi 41 per 100.000 orang yang bunuh diri pernah mengalami cedera kepala, sementara hanya 20 per 100.000 yang bunuh diri namun tak pernah mengalami cedera kepala.

Secara keseluruhan, hanya 0,62 persen partisipan yang bunuh diri setelah mengalami cedera kepala. Meski begitu, Madsen menyebut angka ini harus jadi perhatian serius.

"Jika ada gejala masalah psikologis pasca cedera kepala, pengobatan harus dilakukan untuk kondisi kejiwaannya pula untuk mencegah bunuh diri," tuturnya.

Meski tidak bunuh diri, pasien cedera kepala juga bisa mengalami ragam keluhan lainnya, mulai dari pusing, sakit kepala, nyeri leher, hingga gangguan memori dan kesulitan konsentrasi.

"Masalah-masalah ini jika didiamkan, bisa memicu masalah baru, misalnya masalah sosial dan pergaulan, atau bahkan masalah kejiwaan," tutupnya.



Tonton juga video: '5 Makanan Ini Bisa Bantu Hilangkan Sakit Kepala'

(mrs/up)
News Feed