Selasa, 21 Agu 2018 12:33 WIB

Asian Games Sedang Berlangsung, Udara di Jakarta Justru Sedang Tidak Bagus

Noviani Widyaningrum - detikHealth
Tangkapan layar dari situs airvisual.com yang menunjukkan kualitas udara di Jakarta saat ini (Foto: Nur Azizah/detikcom) Tangkapan layar dari situs airvisual.com yang menunjukkan kualitas udara di Jakarta saat ini (Foto: Nur Azizah/detikcom)
Jakarta - Di saat perhelatan akbar olahraga Asian Games 2018 berlangsung, kualitas udara di Jakarta dinilai sedang tidak bagus. Menurut Greenpeace, ini berdampak pada kesehatan atlet maupun masyarakat pada umumnya.

Greenpeace Indonesia hari ini membentangkan poster raksasa di sebuah papan reklame yang berlokasi di Jl Gatot Subroto (Taman Ria Senayan) untuk menunjukan data kualitas udara. Data yang diambil dari pemantauan 5 alat di Jakarta tersebut menunjukkan bahwa tingkat polusi di Jakarta sedang tidak sehat.

"Kita mencatat bahwa sebulan terakhir itu 22 harinya tidak sehat dari parameter 2.5. Kenapa sangat penting ya, karena PM 2.5 ini berbahaya bagi kesehatan, karena ukuran polutan ini sepertigapuluh ukuran rambut manusia," ujar Bondan Andriyanu, Juru Kapanye Iklim dan Energi Greenpeace, ditemui di Senayan, Selasa (21/8/2018).


Para relawan Greenpeace memasang spanduk raksasa soal kualitas udara di Jakarta.Para relawan Greenpeace memasang spanduk raksasa soal kualitas udara di Jakarta. Foto: Rengga Sancaya


Kondisi udara seperti jika terhirup akan masuk ke hidung dan tenggorokan. Bisa juga masuk ke jaringan terkecil paru-paru sehingga bisa menggangu kondisi kerja sistem pernapasan.

Kondisi ini lebih berbahaya jika terhirup oleh kelompok sensitif seperti bayi, balita, orang tua bahkan atlet atau olahragawan.

"Lebih berbahaya jika udara ini terhirup balita, orangtua, bayi, dan salah satunya olahragawan ya, karena dia punya jantung dan paru-parunya bekerja lebih ekstra dibanding orang biasa," jelasnya.

(up/up)
News Feed