Jumat, 24 Agu 2018 16:53 WIB

Terlalu Posesif pada Pasangan? Bisa Jadi Tanda Gangguan Mental

Suherni Sulaeman - detikHealth
Terlalu posesif pada pasangan bisa jadi tanda gangguan mental/Foto: Thinkstock Terlalu posesif pada pasangan bisa jadi tanda gangguan mental/Foto: Thinkstock
Jakarta - Sangat wajar bila dalam suatu hubungan, Anda dan pasangan sama-sama merasa saling memiliki. Seringkali dimulai dengan permintaan yang tampaknya menunjukkan kasih sayang seperti 'kita harus menghabiskan lebih banyak waktu bersama'. Kemudian suatu waktu beralih pada keluhan seperti 'Kamu terlalu banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Apa gunanya kita bersama?'. Atau keluhan lainnya 'Mengapa kamu harus sering bekerja keluar kota? Ini bikin saya sangat kesal'.

Nah, seperti dikutip dari Times of India, pernyataan-pernyataan inilah yang akhirnya bisa berubah dengan menggunakan kata-kata kasar, omelan, ancaman, bahkan tangisan. Pertanyaannya adalah, apakah perilaku ini normal? Mungkin ingin bersikap protektif, tapi justru posesif.



Mengapa Anda menjadi posesif?

Posesif adalah tanda ketidakamanan akibat dari pengabaian diri. Itu terjadi ketika Anda terlalu mengandalkan orang lain dan berharap mereka bisa membuat Anda merasa penting dan juga dicintai. Lantas, bagaimana Anda bisa tahu Anda posesif atau tidak pada pasangan?

Coba jawab daftar pertayaan berikut ini:

1. Apakah Anda memata-matai akun Facebook dan Whatsapp pasangan Anda atau memeriksa panggilan ketika pasangan Anda tidak ada?
2. Apakah Anda memantau secara dekat interaksi pasangan dengan lawan jenis, baik itu teman atau kolega, dan mencoba mencari alasan untuk berdebat?
3. Apakah Anda secara emosional memaksa pasangan Anda untuk menghapus kontak teman-teman wanitanya kemudian mengancamnya?
4. Apakah Anda meminta pasangan Anda untuk datang kapanpun dan terus-menerus menanyakan keberadaan pasangan Anda?
5. Apakah Anda menguntit orang-orang di daftar pertemanan pasangan Anda di media sosial?
6. Apakah Anda memanipulasi sesuatu supaya pasangan Anda tetap tinggal di rumah dan membatalkan rencananya?
7. Apakah Anda menjadikan pasangan Anda berpusat pada Anda, sementara tidak memiliki ruang sama sekali untuk teman-teman, bahkan keluarganya?

Jika jawabannya ya

Jika jawaban Anda adalah ya untuk salah satu pertanyaan di atas, disarankan untuk berkonsultasi dengan bantuan profesional karena orang-orang yang memiliki gangguan kepribadian ambang atau borderline personality disorder (BPD) cenderung menjadi tidak aman dan posesif. Mereka yang menderita BPD tidak dapat mengendalikan emosi dan mungkin tampak cemburu, posesif atau bahkan hiperaktif.

Sangat penting untuk mengidentifikasi tanda-tanda perilaku posesif ini dan menghentikannya sejak awal. Ketika kepemilikan yang berlebihan ini menjadi benar-benar berbahaya dan berkembang menjadi kasar secara verbal atau fisik, pada saat itulah Anda membutuhkan bantuan. Segeralah konsultasi pada terapis atau konselor profesional untuk membantu menyelamatkan hubungan Anda.

(hrn/up)