ADVERTISEMENT

Jumat, 31 Agu 2018 09:32 WIB

Nggak Cuma di Indonesia, Antre Berobat Juga Terjadi di Inggris

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ternyata antre berobat tak cuma di Indonesia lho. Orang Inggris memprotes waktu tunggu operasi yang mencapai 18 minggu/Foto: thinkstock
Jakarta - Masalah antrian dan pelayanan jaminan kesehatan ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Inggris mengalami hal serupa karena banyaknya peserta National Health Security (NHS) yang harus operasi. Jika Indonesia harus menunggu hingga hitungan bulan, orang Inggris keburu protes dengan waktu tunggu yang mencapai 18 minggu.

Dilansir dari BBC, total antrian mencapai 4,3 juta yang menjadi angka tertinggi selama dekade terakhir. Para pasien dijadwalkan harus menjalani operasi penggantian tulang, lutut, dan katarak. Rumah sakit pesimis bisa melayani 92 persen pasien dalam 18 minggu sesuai target NHS. "Harus ada jalan keluar," kata Direktur Nasional NHS Inggris Matthew Swindells

Salah satu jalan keluar yang ditawarkan adalah menyerahkan sebagian pasien pada asuransi swasta. Swindells tidak yakin pasien dan fasilitas kesehatan bisa mendapat manfaat bila tidak ada perbaikan situasi. NHS berharap pemerintah bisa memberikan solusi paling lambat pertengahan September 2018.



Keprihatinan NHS berawal dari gagalnya pelaksanaan beberapa operasi pada musim dingin 2017. Rumah sakit terpaksa menjadwal ulang operasi non urgent akibat keterbatasan tempat tidur. Hal ini untuk menjamin kecukupan tempat tidur menghadapi penyakit di musim dingin. Akibatnya daftar tunggu meningkat dengan lebih dari 500 ribu pasien harus menunggu lebih dari 18 minggu.

NHS telah mengirim surat dari clinical commisioning group (CCG) terkait keterlibatan asuransi swasta. Pasien nantinya menerima manfaat dari asuransi swasta dengan biaya yang dibayarkan NHS. Royal College of Surgeon (RCSE) menanggapi positif usul dari NHS karena bisa mengurangi antrian. Namun solusi ini hanya bersifat sementara.

Rumah sakit swasta biasanya punya kuota untuk penerima manfaat asuransi swasta dan pemerintah. Solusi NHS menyaratkan adanya penambahan kuota untuk rumah sakit yang ditanggung pihak swasta. Menurut RCSE, rumah sakit akan meminta biaya tambahan dengan adanya peningkatan kuota dan pemberitahuan mendadak.

Pimpinan afiliasi NHS dengan organisasi buruh GMB Kevin Brandstatter ikut mengecam keterlibatan swasta. Menurutnya kondisi sekarang terjadi karena NHS tak punya sumber pendanaan yang cukup. NHS tak mungkin membayar lebih mahal karena keterbatasan finansial. Alih-alih membayar pihak swasta, pemerintah seharusnya menggunakan anggaran NHS untuk meningkatkan sumber daya rumah sakit.




Saksikan juga video 'Shakira Adalah Superhero, Cara Denada Yakinkan Anak Untuk Berobat':

[Gambas:Video 20detik]

(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT