Rabu, 05 Sep 2018 10:48 WIB

Pulang Liburan dari Bali, Seorang Pria Australia Dikabarkan Lumpuh

Widiya Wiyanti - detikHealth
Pulang liburan dari Bali, pria Australia terkena sindrom langka yang membuatnya lumpuh. Foto: Thinkstock Pulang liburan dari Bali, pria Australia terkena sindrom langka yang membuatnya lumpuh. Foto: Thinkstock
Jakarta - Seharusnya pulang dari berlibur memberikan dampak positif bagi seseorang. Tetapi tidak bagi seorang pria Australia ini. Sepulang dari liburan di Bali, ia justru tidak dapat menggerakkan tubuhnya sendiri.

Dikutip dari news.com.au, pria tersebut bernama Craig Hardy yang pada awalnya mengalami masalah pencernaan setelah pulang dari berlibur, karena diduga ia keracunan makanan di Bali. Namun gejalanya pun meningkat, selama 15 menit Craig mengalami lumpuh.

"Dia kembali dari Bali dan dalam satu hari atau lebih dia mulai merasa tidak sehat," ujar kakak iparnya, Deborah Hardy.

"Mereka membawanya langsung ke gawat darurat dan malam itu ia lumpuh dari kepala hingga ujung kaki dan mengalami koma," tambah Deborah.



Pria berusia 52 itu pun akhirnya dirawat di rumah sakit sejak bulan Juni. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, 10 minggu kemudian ia didiagnosis sindrom Guillain-Barrem (GBS), yaitu gangguan langka yang menyebabkan kekebalan tubuh menyerang sistem saraf.

Dikutip dari Mayo Clinic, gejala biasanya dimulai dengan kesemutan dan kelemahan pada kaki dan tungkai sebelum menyebar ke atas. Hal ini dapat berkembang menjadi gaya berjalan yang tidak stabil, rasa sakit yang parah, kesulitan dengan fungsi usus atau kandung kemih dan kesulitan bernapas.

"Dia (Craig) benar-benar sadar dan terbaring di sana tetapi dia tidak dapat bergerak," ungkap Deborah.

"Pikirannya 100 persen sempurna tetapi dia terperangkap, itu seperti dikubur hidup-hidup. Sesekali dia mendapat firasat dia tenggelam karena cairan di paru-parunya yang harus dipompa keluar, tapi dia tidak bisa mengatakan apa-apa," lanjutnya.

Sudah lewat dari masa komanya, kondisi Craig lambat laun mengalami kemajuan. Ia berkomunikasi melalui papan surat. Ia bisa melihat huruf-huruf terntu dan dengan mengedipkan mata ia bisa mengeja kalimat.

Sangat melelahkan bagi Craig untuk mengatakan apa yang dimaksud dan tidak ada yang dapat mengatakan berapa lama ia akan terperangkap dalam tubuh yang tidak responsif.




(wdw/up)
News Feed