Kamis, 06 Sep 2018 16:22 WIB

Sampai Dijelaskan Pakai Teori Fisika, Nasi Basi Dampaknya Apa Sih?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Teori Fisika yang digunakan untuk mencegah nasi menjadi basi. (Foto: FB Prof Mikrajuddin Abdullah) Teori Fisika yang digunakan untuk mencegah nasi menjadi basi. (Foto: FB Prof Mikrajuddin Abdullah)
Jakarta - Viral teori fisika tentang nasi basi yang setelah matang di rice cooker tidak diaduk membuat kita bertanya-tanya, apakah nasi basi bisa menyebabkan keracunan?

Dikutip dari ABC, nasi basi bisa jadi mengandung Bacillus cereus, yaitu organisme yang dikenal mengontaminasi nasi yang dapat membuat keracunan.

Seorang ahli mikrobiologi, Cathy Moir mengatakan bahwa bakteri ini menghasilkan racun yang dapat merusak sistem tubuh manusia, gejala paling ringan adalah muntah setelah makan makanan yang terkontaminasi oleh bakteri tersebut.

Selain bakteri, spora juga bisa tumbuh saat proses memasak nasi. Biasanya spora ini sudah tumbuh terlebih dahulu saat masih dalam bentuk beras. Dan spora tidak mati dengan suhu tinggi.



Dengan cara mencuci beras dan memasak yang benar, bakteri Bacillus cereus dan spora tidak akan menjadi ancaman. Namun jika dalam kondisi lembab, bakteri ini mudah sekali tumbuh dan berkembang. Proses pendinginan juga tidak berfungsi membunuh bakteri ini.

Moir pun membagikan tips untuk menjaga nasi tetap dalam keadaan baik dan terhindar dari kontaminasi Bacillus cereus:

- Jaga nasi tetap hangat pada suhu sekitar 60 derajat celcius dan didinginkan di bawah 5 derajat celcius.
- Cuci tangan sebelum dan sesudah menyiapkan nasi serta sebelum makan.
- Masak nasi dengan benar.
- Jaga dapur dan perlatan masak, seperti panci dan rice cooker.

(wdw/up)
News Feed