Jumat, 07 Sep 2018 14:02 WIB

Berapa Sebaiknya Konsumsi Telur per Hari ?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Konsumsi telur per hari harus sesuai kebutuhan tubuh. Foto: iStock
Jakarta - Hidangan berbahan telur sangat mudah ditemukan dalam kehidupan setiap hari. Hasil olahannya bisa digunakan untuk makan pagi, siang, dan malam. Telur merupakan sumber protein hewani utama yang juga mengandung berbagai jenis vitamin dan mineral.

Praktizi gizi kebugaran Jansen Ongko mengatakan, konsumsi telur sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tiap orang. Biasanya konsumsi telur berkisar tiga hingga lima butir per hari. "Konsumsi bisa lebih jika tidak ada alergi, namun harus dipertimbangkan kebutuhan nutrisi lainnya," kata Jansen.


Konsumsi bisa lebih jika tidak ada alergi, namun harus dipertimbangkan kebutuhan nutrisi lainnyaJansen Ongko - Praktisi gizi dan kebugaran


Cara masak mempengaruhi banyaknya konsumsi telur per hari. Telur yang digoreng dengan banyak minyak, terlalu matang (overcooked), dengan banyak gula dan garam sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu banyak. Hal ini berisiko meningkatkan kadar kolesterol berbahaya atau low density lipoprotein (LDL) pada tubuh. LDL yang terlalu tinggi bisa mengganggu fungsi jantung dan peredaran darah.

Jansen menjelaskan, sebanyak 70 persen kebutuhan kolesterol sebetulnya lebih banyak dihasilkan tubuh. Sementara 30 persen lainnya lebih banyak diperoleh dari luar tubuh, misal makanan dan minuman. Sayangnya kolesterol yang masuk ke tubuh sering kali bukan berjenis high density lipoprotein (HDL) yang lebih sehat untuk tubuh.

Telur saat ini menjadi sumber protein hewani utama bagi masyarakat Indonesia. Harga yang lebih murah, mudah diperoleh, dan diolah menyebabkan telur menggantikan posisi ikan dan daging.

(up/up)