Selasa, 11 Sep 2018 11:23 WIB

Pencapaian Imunisasi MR di Riau Baru 18, 47 Persen

Chaidir Anwar Tanjung - detikHealth
Foto: Firdaus Anwar Foto: Firdaus Anwar
Pekanbaru - Niatan pemerintah Indonesia khususnya di Riau untuk menyelamatkan anak-anak dari penyakit campak measles dan rubella (MR) masih sangat rendah. Padahal target vaksin campak-rubella (MR) sebanyak 1.955.700 anak di Riau.

"Bila kita lihat dari laporan 12 kabupaten di Riau, maka pencapaian target vaksin MR masih jauh dari yang diharapkan," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir. Hal itu disampaikan dalam diskusi 'Situasi dan Ancaman Penyakit Campak dan Rubella' di Provinsi Riau, Senin (10/9/2018).

Dalam acara ini Dinas Kesehatan Provinsi Riau bersama UNICEF menghadirkan Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Riau, Prof Nazir Karim, dan sejumlah kaum ibu yang saat hamil terkena campak. Mereka membawa anak-anaknya yang mengalami disabilitas akibat campak.

Mimi menjelaskan, target pencapaian vaksin MR untuk mencegah virus akut sangat menular untuk anak-anak di Riau sebanyak 1.955.700. Hasilnya pencapaian dari 12 kabupaten dan kota hanya 18,47 persen.

"Realisasi ini masih jauh dari target. Sementara vaksin MR programnya berakhir pada September 2018 ini," kata Mimi.


Walaupun demikian pelaksanaan vaksin MR ini tertatih-tatih, kata Mami, namun ada sejumlah kabupaten dan kota di Riau yang pencapaiannya di atas 20 persen. Wilayah itu paling tinggi pencapaian vaksin MR di Kabupaten Kuansing dengan pencapaian 30 persen.

"Ada lima kabupaten di Riau bisa pencapaian di atas 20 persen. Sedangkan untuk Kab Inhil, kota Pekanbaru masih menunda kegiatan. Untuk kabupaten Meranti dan kota Dumai malah di bawah 10 persen," kata Mimi.

Mimi mengharapkan, masyarakat untuk memberikan vaksin MR demi kesehatannya. Definisi campak itu adalah penyakit infeksi virus akut sangat menulat yang ditandani dengan 3 stadium. Yaitu stadium inkubasi, prodormal dan erupsi.

"Penyebabnya virus campak Myxovirus Viridae Measles. Cara penularan percikan ludah dan melalui jalan napas. Komplikasi berat, radang paru, radang otak, diare, radang telinga, dehidrasi dan kematian," kata Mimi.

Untuk penyakit Rubella, lanjut Mimi, infeksi virus akut, sangat menular yang biasanya berupa penyakiy ringan pada anak. Penyebabnya Rubella dengan cara penularan melalui saluran napas pada saat batuk atau bersin.

"Komplikasi berat bila menular pada ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan. Dapat menyebabkan keguguran atau kecatatan pada bayi yang dilahirkan yang dikenal sebagai sindrom rubella kongenital atau congenital rubella syindrome," kata Mimi.

(up/up)
News Feed