Rabu, 12 Sep 2018 08:00 WIB

Kasus Gigi Berlubang Banyak Dialami Warga di Blora

Bagus Kurniawan - detikHealth
Foto: Dok FKG UGM Foto: Dok FKG UGM
Jakarta - Indonesia menargetkan bebas karies gigi tahun 2030, namun kasus ini masih banyak ditemukan termasuk di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Hal itu terlihat saat pemeriksaan gigi gratis Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (UGM) Angkatan 2016 di Desa Tlogotuwung dan Desa Getas Kecamatan Randublatung dan Kradenan, Blora.

Sekitar 800-an warga mengikuti pemeriksaan gigi gratis selama beberapa hari kemarin. Ratusan warga itu Desa Getas, Desa Tlogotuwung, Dusun Bendokerep, Dusun Sumengko.

"Masalah penyakit gigi dan mulut di Blora paling banyak adalah karies gigi atau gigi berlubang," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, dr Henny Indriyanti M.Kes.

Menurut Henny tingginya prevalensi gigi berlubang pada masyarakat Blora ada beberapa faktor. Salah satunya faktor lingkungan yakni saat musim kemarau ketersediaan air warga menipis sehingga dapat berpengaruh terhadap kebiasaan sikat gigi masyarakat. Namun faktor yang paling berpengaruh adalah pola makan, karena anak-anak banyak makan-makanan manis.

"Tapi kesadaran untuk sikat gigi setelah makan dan sebelum tidur masih belum ada," kata Henny.



Menurutnya untuk mengurangi kasus itu sudah banyak terobosan yang telah dilakukan. Salah satunya adalah kampanye sikat gigi dengan benar dari tingkat sekolah dasar.

"Itu salah satu cara sehingga diharapkan tingkat gigi berlubang dapat diturunkan," katanya.

Pemeriksaan gigi sejak dini terbukti mencegah karies.Pemeriksaan gigi sejak dini terbukti mencegah karies. Foto: Dok FKG UGM


Hal senada juga diungkapkan Mahbub Djunaidi dari Bappeda Blora. Ia mengatakan angka prevalensi gigi berlubang masih tinggi karena jarak keterjangkauan antara tempat tinggal warga dan tempat pemeriksaan kesehatan seperti puskesmas dan poliklinik yang jauh.

Oleh karena itu pemerintah daerah melalui Dinas PUPR berupaya membuka akses itu agar masyarakat tidak segan lagi untuk memeriksakan kesehatan mereka ke puskesmas atau klinik terdekat.

"Itu salah satu cara untuk membuka akses agar masyarakat lebih mudah menjangkau puskesmas atau klinik," paparnya.

Camat Kradenan, Sutarso mengungkapkan faktor jarak dari rumah menuju puskesmas adalah satu kendalanya. Masyarakat di wilayah Kradenan lebih dekat untuk memeriksa kesehatan di Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur daripada menuju RSUD di Blora.

"Kalau mau periksa kesehatan ke Ngawi hanya 18 kilometer saja. Kalau ada pemeriksaan kesehatan gratis seperti kami sangat bersyukur karena masyarakat di beberapa dusun sangat terbantu," ungkap Sutarso.



Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama FKG UGM, drg. Triana Wahyu Utami, MDSc. Ph.D menambahkan berdasarkan hasil screening gigi yang dilakukan di tingkat sekolah dasar dapat dilihat pada usia sekolah dasar, angka gigi berlubang cukup tinggi sehingga menjadi cermin bahwa masyarakat di sini membutuhkan perhatian di bidang kesehatan gigi dan mulut.

Menurutnya ada tindakan yang dilakukan untuk mempertahankan kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat di Blora. Pihaknya meminta masyarakat tidak hanya melakukan perawatan saja, tetapi dilakukan juga pelatihan dan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut.

"Kita berharap dalam waktu singkat ini akan muncul kader-kader kesehatan gigi dan mulut di masyarakat sebagai garda terdepan. Kami juga juga melatih dan mendidik beberapa warga menjadi kader," katanya.

Sikat gigi adalah cara termudah mengantisipasi gigi berlubang.Sikat gigi adalah cara termudah mengantisipasi gigi berlubang. Foto: Dok FKG UGM


Selain screening gigi pada anak SD dan cara menggosok gigi yang benar lanjut dia, dilakukan pengobatan gigi gratis seperti cabut gigi, menambal gigi berlubang, membersihkan karang gigi kepada warga desa/dusun tersebut. Sekitar 800-an warga memeriksakan kesehatan secara bergantian. Warga merasa senang dengan adanya pemeriksaan kesehatan tersebut.

Dalam pengabdian masyarakat itu ada banyak pihak yang turut terlibat, seluruh mahasiswa S1 FKG UGM angkatan 2016, co-ass dan residen FKG UGM, Fakultyas Kehutanan, Fakultas Farmasi, Pemerintah Kabupaten Blora, IDI, PDGI, Kagama, TNI, Tagana.

Foto Kegiatan Pemeriksaan Gigi Gratisa dalam rangka Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Gadjah Mada (UGM) Angkatan 2016 di Kabupaten Blora.




Simak video Tips Atasi Masalah Mulut

[Gambas:Video 20detik]

(up/up)
News Feed