Jumat, 14 Sep 2018 12:04 WIB

Cari Tahu Kandungan Gula Tersembunyi di Pangan, Ini Kata Kuncinya

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi gula. Foto: thinkstock Ilustrasi gula. Foto: thinkstock
Jakarta - Indonesia telah mewajibkan tiap produsen pangan memberi info jumlah kandungan gula dalam produknya. Namun, info dalam label bungkus makanan kerap tak membedakan antara gula alami dan tambahan.

Dilansir dari situs hopkinsmedicine.org, masyarakat bisa menghindari trik dari produsen pangan. "Jangan terlalu sering mengonsumsi pangan dengan bahan yang berakhiran ose, sugar atau gula, dan berbagai kalimat yang bermakna gula tambahan misal fruit nectars, concentrates of juices, honey, agave, dan molasses," kata praktisi diet di Johns Hopkins Hospital Erin Gager.


Gula sebetulnya telah terkandung secara alami pada hampir seluruh bahan pangan. Namun, gula kerap ditambahkan dalam proses pembuatan produk untuk menambah cita rasa. Jumlah gula inilah yang kadang diberikan hingga berisiko bagi kesehatan masyarakat.

Tentunya, produsen tidak memberi tahu jumlah gula tambahan hingga menjadi tersembunyi. Praktik ini terjadi juga dalam produk yang mengklaim diri baik untuk kesehatan.

Riset membuktikan, konsumsi gula berlebih meningkatkan risiko gangguan fungsi jantung. American Heart Association menyarankan pembatasan asupan gula sebesar 25 dan 36 gram sehari. Jumlah tersebut setara 6 sendok teh untuk perempuan dan 9 sendok teh untuk laki-laki.

(Rosmha Widiyani/up)
News Feed