Sabtu, 15 Sep 2018 16:00 WIB

Kenalan dengan Pria 111 Tahun yang Masih Rajin Nge-gym

Widiya Wiyanti - detikHealth
Henry Tseng, pria asal Jepang berusia 111 tahun. Foto: Faceboook Henry Tseng, pria asal Jepang berusia 111 tahun. Foto: Faceboook
Jakarta - Pernah terpikir bisa punya umur panjang hingga lebih dari 100 tahun? Ternyata kesempatan itu dialami pria asal Jepang, Henry Tseng yang hingga kini berusia 111 tahun.

Meksipun berusia renta, Tseng bukannya semakin lemah justru semakin semangat untuk terus hidup sehat. Hingga kini, ia mengunjungi gym setiap hari.

Kakek yang sejak tahun 1975 tinggal di Los Angeles ini mengatakan bahwa rahasia bugarnya cukup sederhana. Yaitu menjaga rutinitas olahraga setiap hari dan tetap positif dalam berbagai hal.

Tak salah pastinya ketika di usia 80-an ia masih bisa melakukan yoga headstand, dan di usia 90-an masih aktif berpartisipasi di kelas aerobik setiap jam 6.30 pagi waktu setempat.


Dikutip dari Daily Mail, putrinya, Linda Hsia mengatakan bahwa ayahnya memang gemar olahraga sejak usia muda, terutama olahraga di luar ruangan.

"Orang tua saya selalu menjalani gaya hidup sehat. Mereka tidak minum alkohol, merokok, tidak pernah sekali pun," ujarnya.

Hsia bercerita bahwa Tseng menjadi inspirasi bagi orang-orang yang ada di kelas aerobik itu. Tseng menjadi alasan mereka untuk tetap berolahraga.

"Mereka akan berkata, 'ketika saya bangun di pagi hari dan tidak ingin bangun dari tempat tidur, tetapi kemudian saya berpikir bahwa ayah Anda akan berada di sana sehingga saya juga bisa dan harus ke sana (kelas aerobik)'," tutur Hsia.


Bukan hanya rutin berolahraga, Tseng juga menerapkan diet. Diet yang dilakukannya cukup sederhana dengan tidak mengonsumsi junk food. Ia menganut pepatah 'sarapan seperti raja, makan siang seperti pangeran, dan makan malam seperti orang miskin'.

Hsia menjelaskan sarapan ayahnya saat ini terdiri dari dua telur setengah matang, setengah jeruk bali, setengah pisang, roti dengan mentega dan selai, setengah semangkuk sereal atau oatmeal, secangkir kopi, dan segelas jus jeruk.

Makan siang berbeda-berbeda, antara ala Cina, Italia, atau Meksiko. Sedangkan makan malamnya jauh lebih sederhana dan berotasi antara ayam panggang, daging sapi giling, babi, omelet atau sup.

"Dia makan sarapan yang sangat nikmat, tapi aku pikir itu karena dia tidak makan banyak di malam hari, jadi di pagi hari dia makan semuanya," kata Hsia.

Yang tak kalah penting adalah sifat positif Tseng. Ia senang berada di sekitar orang-orang dan mengobrol bersama. Itu sangat membantu kesehatan mentalnya juga.

Seperti yang ditunjukkan sebuah penelitian tahun 2005, bahwa orang yang lebih tua dengan pertemanan besar kemungkinan 22 persen lebih kecil untuk meninggal daripada mereka yang memiliki sedikit teman.

Gaya hidup yang sangat sehat dari Tseng bisa kita tiru nih supaya kita juga panjang umur.

(wdw/up)
News Feed