Jumat, 21 Sep 2018 15:15 WIB

Kesepian Disebut Bisa Jadi Masalah Krisis Kesehatan di Australia

Firdaus Anwar - detikHealth
Kesepian bisa jadi risiko kematian dini. (Foto: ilustrasi/thinkstock) Kesepian bisa jadi risiko kematian dini. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Meski di zaman modern berhubungan dengan orang lain sudah jauh lebih mudah, nyatanya kesepian dan isolasi sosial tetap bisa jadi ancaman. Di Australia kesepian bahkan disebut bisa jadi masalah krisis kesehatan yang membahayakan.

Studi Household, Income and Labour Dynamics in Australia (HILDA) 2001-2017 menemukan bahwa satu dari enam orang hidup dengan rasa kesepian. Lebih dari 1,5 juta orang di antaranya sudah merasa hidup kesepian selama lebih dari 10 tahun.



Penulis studi menyebut masalah kesepian ini membuat orang-orang berisiko mengalami kematian dini. Faktor kesepian terhadap kematian dini disebut setara dengan faktor risiko lainnya seperti kurang olahraga, obesitas, cedera, ketergantungan obat-obatan, dan buruknya kesehatan mental.

Alison Brooks dari Relationships Australia mengatakan sudah saatnya orang-orang menyadari bahaya kesepian. Pada laki-laki rasa kesepian paling berisiko dialami mereka di usia 45-64 tahun sementara menariknya perempuan di usia 25-29 tahun.

Pria dan wanita yang kehilangan pasangannya juga disebut sangat rentan terhadap kesepian.

"Pria yang jadi orang tua tunggal... sekitar 40 persennya merasa kesepian," kata Alison seperti dikutip dari ABC Australia, Jumat (21/09/2018).

"Keluarga dekat, atau keluarga jauh buat orang-orang tetap sehat tetap terhubung dengan Anda. Bantu di saat sulit karena setiap keluarga punya masa-masa sulitnya," lanjut Alison.

Beberapa studi melihat kesepian berkontribusi terhadap risiko kematian dini karena mendorong gaya hidup yang buruk.

(fds/up)
News Feed