Sabtu, 22 Sep 2018 14:20 WIB

Ilmuwan Muda Indonesia Angkat Bicara Soal Kontroversi Vaksin

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Salah satu anggota dari Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), dr Ahmad Faried, MD, PhD mengatakan vaksinasi merupakan bentuk preventif yang bisa dilakukan masyarakat untuk menghindari berbagai macam penyakit berbahaya. Foto: iStock Salah satu anggota dari Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), dr Ahmad Faried, MD, PhD mengatakan vaksinasi merupakan bentuk preventif yang bisa dilakukan masyarakat untuk menghindari berbagai macam penyakit berbahaya. Foto: iStock
Jakarta - Pemberian vaksin saat ini menjadi problematika yang sering dijumpai di masyarakat. Kontroversi mengenai kandungannya yang haram membuat banyak ibu-ibu yang menolak untuk memberikan vaksin kepada anaknya.

Salah satu anggota dari Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), dr Ahmad Faried, MD, PhD mengatakan vaksinasi merupakan bentuk preventif yang bisa dilakukan masyarakat untuk menghindari berbagai macam penyakit berbahaya.

"Vaksinasi bukan soal pengen apa enggak, yang kita takutkan adalah ketika disease-nya sudah terjadi maka untuk kembali sehat itu susah," ujarnya saat ditemui detikHealth di Perpustakaan Nasional Indonesia Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018).


Menurut dr Faried jika seorang ibu atau orang tua memilih untuk tidak memberikan vaksin, maka mereka juga akan membatasi ruang gerak anaknya di masa depan.

"Ibu menolak karena takut haram, jadi anaknya sampai besar tidak di vaksin. Ketika anaknya dewasa dan memutuskan untuk jadi dokter misalnya, bisa terhalang itu karena salah satu syarat untuk mengikuti pendididikan kedokteran adalah sudah di vaksin. Begitu juga kalau mau kuliah/sekolah di luar negeri," tambahnya.

ALMI juga menegaskan bahwa faktor kesehatan juga menjadi frontliner dalam menentukan generasi bangsa. Akan sangat disayangkan jika kedepannya terdapat banyak kalangan muda yang terkena penyakit dan cacat bawaan karena kurangnya pencegahan yang bisa dilakukan sejak dini.

(Khadijah Nur Azizah/up)
News Feed