Sabtu, 22 Sep 2018 20:40 WIB

Antara Ilusi dan Fakta, Manusia Terbukti Bisa Melihat Hantu

Rosmha Widiyani - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Warga Balikpapan dihebohkan dengan kehadiran hantu kuyang yang dikatakan menjadi pertanda buruk. Terlepas dari kebenarannya, dunia psikologi menyebut kejadian ini sebagai sensed presence. Hal ini diartikan sebagai, suatu kondisi psikologi dan kejiwaan yang mengakibatkan manusia melihat atau merasakan adanya makhluk lain.

Dikutip dari Psychology Today, sensed presence biasanya terjadi pada orang yang berada di tempat berbahaya atau aneh. Kondisi manusia yang sedang tertekan, sedih, atau murung juga menyebabkannya merasa melihat, dikunjungi, atau ditemani sesuatu.

"Sangat tidak beralasan jika pengalaman dengan hantu, roh halus, atau entitas gaib lainnya datang dari lingkungan yang biasa saja," kata psikolog sosial Frank T. McAndrew.

Selain stres, kekurangan oksigen, rangsangan terus menerus, dan kadar hormon juga bisa menyebabkan manusia merasa ada entitas lain. Riset yang dipimpin Director of the Center for Neuroprosthetics Olaf Blanke menunjukkan, faktor tersebut merangsang areal otak yang menyebabkan manusia merasakan adanya makhluk gaib. Tingkat nyata terkait adanya objek lain beragam mulai dari sekadar perasaan, hingga melihat jelas layaknya makhluk atau manusia biasa.


McAndrew menjelaskan, ahli psikologi evolusi sepakat pengalaman melihat entitas gaib juga dipicu agency-detection mechanism. Mekanisme ini berevolusi dari yang semula untuk melindungi manusia dari musuh dan pemangsa. Hal ini biasa terjadi saat individu berada di tempat yang gelap, sepi, atau berbahaya. Individu cenderung lebih fokus menghadapi situasi di sekitarnya untuk mengantisipasi kemungkinan bahaya. Manusia bisa saja salah perhitungan karena reaksi lebai pada situasi yang serba ambigu.

Riset Kirsten Barnes dan Nicholas Gibson menunjukkan, pengalaman supernatural kebanyakan terjadi pada situasi yang mengancam atau ambigu. Individu yang pernah mengalami paranormal activity cenderung mudah empati dan terserap dalam pengalaman seseorang. Kendati tak memungkiri adanya makhluk gaib, pengalaman melihat hantu menjadi pengingat untuk selalu hati-hati tanpa perlu bertindak berlebihan.

(Rosmha Widiyani/up)
News Feed