Senin, 24 Sep 2018 13:00 WIB

Ada Penolakan dari LSM, Imunisasi MR di Pekanbaru Masih Jauh dari Target

Chaidir Anwar Tanjung - detikHealth
Ilustrasi pemberian vaksin difteri (Foto: Ari Saputra) Ilustrasi pemberian vaksin difteri (Foto: Ari Saputra)
Pekanbaru - Program vaksin campak rubella (MR) di Pekanbaru masih jauh dari target yang diharapkan. Dari target sekitar 200 ribu lebih anak-anak di Pekanbaru, pencapaian baru belasan ribu.

"Targetnya sekitar 200 ribuan lebih. Namun data terakhir yang kita terima baru belasan ribu pencapaiannya," kata Kadis Kesehatan Pemkot Pekanbaru, dr Zaini Rizaldy Saragih kepada detikHealth, Senin (24/9/2018).

Zaini mengakui pencapaian ini masih rendah dari yang ditargetkan. Dia menyebut pihaknya masih melayani warga yang ingin melakukan vaksin MR untuk anak-anak mereka.

"Kita melayani vaksin MR ke Posyandu dan Puskesmas. Dipersilahkan masyarakat untuk membawa anaknya untuk melakukan vaksin MR," kata Zaini.

Pihak Dinkes Pekanbaru kata Zaini, tidak lagi melayani ke sekolah. Alasannya, karena terjadi pro dan kontra di tengah masyarakat. Malah ada ancaman dari pihak LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat).

"Kami tidak mau petugas kita di lapangan terjadi konflik dengan masalah itu. Makanya, kita hentikan program vaksin ke sekolah, terkecuali bila ada permintaan dari sekolah itu sendiri," kata Zaini.



Sementara itu, Kadis Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nair menyebutkan, sebaiknya Diskes Pekanbaru tidak perlu takut dengan adanya penolakan dari LSM tersebut.

"Ini kan program nasional ya, bukan programnya kita sendiri. Saya kira tidak perlu cemas soal adanya penolakan dari LSM itu. Sebab, program vaksin MR ini instruksi langsung dari Pemerintah Pusat demi kesehatan anak-anak kita," kata Mimi.

Mimi tetap mendorong agar Diskes Pekanbaru bisa kembali melayani vaksin MR ke sejumlah sekolah. Apa lagi saat ini waktunya sudah mepet. Program vaksin MR secara nasional dengan batas waktu akhir September 2018.

"Kalau hanya menunggu warga di Puskesmas sepertinya sedikit ya. Tapi kalau kita mendatangi langsung ke sejumlah sekolah, mungkin lebih efektif," kata Mimi.




Saksikan juga video 'Seputar Imunisasi dan Tips Mengatasi Demam Setelahnya':

[Gambas:Video 20detik]

(cha/up)
News Feed
CNN ID
×
Layar Demokrasi
Layar Demokrasi Selengkapnya