Senin, 24 Sep 2018 13:42 WIB

Sembarangan Share Video Pengeroyokan Suporter, Ini Dampak Psikologisnya

Annissa Widya Davita - detikHealth
Anak-anak paling rawan mengalami trauma saat terpapar konten kekerasan, seperti video pengeroyokan suporter Persija oleh oknnum bobotoh. (Foto: Thinkstock) Anak-anak paling rawan mengalami trauma saat terpapar konten kekerasan, seperti video pengeroyokan suporter Persija oleh oknnum bobotoh. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Peristiwa tragis yang menewaskan pendukung Persija Jakarta, Haringga Sirila, kini sedang ramai diperbincangkan. Video sadis penganiayaan yang dialami pria tersebut viral di media sosial.

Psikolog anak dan remaja, Ratih Zullhaqqi, MPsi, mengatakan bahwa sebenarnya siapapun yang menonton video tersebut akan mengalami trauma tersendiri. Ini perlu jadi perhatian, terutama bagi yang 'kepo', tanpa pikir panjang langsung melihat video tersebut tanpa tahu sebenarnya video tersebut baik untuk dilihat atau tidak.

"Pasti ada sisi traumatisnya sih. Apalagi kalau yang lihat anak-anak, harus ada penjelasan dari orang tua setelah melihat video tersebut. Orang tua harus menjadi filter," ujarnya, kepada detikHealth, Senin (24/08/2018).



Selain itu, Ratih menekankan dampak lainnya untuk psikis, yakni adanya imajinasi yang liar, ada yang setelah melihat video tersebut merasa cemas ataupun ada yang tidak memiliki rasa takut sama sekali.

"Ada yang lihat video tersebut malahan takut dan cemas, tapi ada juga yang nggak takut sama sekali dan malahan memberikan kata-kata yang mengumpat," tegasnya.

Ratih mengimbau mereka yang menerima broadcast untuk terlebih dahulu melihat konten apa yang disebarkan, kemudian baru re-share jika memang konten tersebut layak untuk disebarluaskan. Menjadi pengguna media sosial yang bijak merupakan keharusan bagi setiap lapisan masyarakat yang menikmati media sosial.




Saksikan juga video 'Apa Saja Ciri-ciri Gangguan Bipolar?':

[Gambas:Video 20detik]

(up/up)