Selasa, 25 Sep 2018 08:33 WIB

Tak Sanggup Jalan 300 Meter dalam 6 Menit? Waspadai Hipertensi Paru

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi jalan kaki di atas treadmill (Foto: thinkstock) Ilustrasi jalan kaki di atas treadmill (Foto: thinkstock)
Jakarta - Pulmonary hypertension atau hipertensi paru merupakan suatu kondisi tekanan darah tinggi pada pembuluh darah paru yang terhubung ke jantung. Hipertensi paru merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan sesegera mungkin setelah diagnosis. Menurut data dari WHO, 8 dari 1.000 orang terkena hipertensi pulmonal.

Menurut pakar hipertensi paru dari RS Harapan Kita, Prof Dr dr Bambang Budi Siswanto, SpJP(K), FAsCC, FAPSC, FACC orang yang mengalami hipertensi paru sering tidak terlihat sakit.

"Pada tahap awal, orang dengan hipertensi paru akan mengalami sesak napas, cepat merasa lelah, pusing, nyeri dada, bengkak pada dua kaki hingga perut membesar," jelasnya pada Dialog Penyakit Hipertensi Paru di Raffles Hotel, Jakarta Selatan Senin (24/9/2018).



Selain itu, ada cara lain yang lebih mudah untuk di deteksi ketika seseorang ingin mengetahui apakah dia mengalami hipertensi paru.

"Cara yang mudah sebenarnya adalah dengan mengukur jarak lari, orang normal itu mampu berjalan sejauh 300 meter dalam enam menit. Penderita dengan gangguan hipertensi paru, cakupan jaraknya akan lebih sedikit hanya sekitar 100 meter," ujarnya.

Sulitnya mendeteksi membuat hipertensi paru menjadi salah satu penyakit yang mematikan karena disebabkan oleh penyakit bawaan lain. Oleh karena itu, dibutuhkan deteksi dini untuk mencegah hipertensi paru menjadi lebih parah.



Saksikan juga video 'Ayo Buktikan Mitos Darah Tinggi':

[Gambas:Video 20detik]

(Khadijah Nur Azizah/up)
News Feed