Selasa, 25 Sep 2018 09:08 WIB

Salah Diagnosis, Dikira Intoleransi Gluten Ternyata Bayi Ini Idap Tumor Otak

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi otak. Foto: ilustrasi/thinkstock Ilustrasi otak. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Seorang bayi asal Grimsby, Inggris harus menyerah pada penyakit yang diidapnya, setelah dokter salah diagnosis yang menyebut bayi berusia dua tahun itu mengalami intoleransi gluten, yaitu kondisi di mana tubuh tidak mampu mencerna protein gluten.

Namanya Lavaya Howard, setelah dinyatakan sehat dari kesalahan diagnosis awal, ia pun diperbolehkan pulang dari Diana Princess of Wales Hospital.

Namun, kedua orang tuanya, Aleisha Cullen dan Luke Howard memaksa para dokter untuk terus menyelidiki gejala yang dialami puterinya itu.

Dikutip dari Daily Mail, ketika berusia enam bulan, Lavaya pun menjalani pemeriksaan MRI (magnetic resonance imaging) yang kemudian ditemukan adanya tumor otak sebesar kepalan tangan di kepalanya.

Sontak hal ini membuat mereka terkejut dan segera Lavaya dipindah ke Sheffield Children's Hospital. Lavaya harus menghabiskan waktu selama 18 bulan di bawah perawatan rumah sakit.



Lavaya harus menjalani 40 kalli operasi di otaknya, beberapa operasi bahkan berlangsung selama 14 jam dalam upaya menyingkirkan tumor itu. Berbagai pengobatan seperti radioterapi, kemoterapim dan prosedur terbaru pun tidak terbukti berhasil.

Kondisinya pun semakin memburuk, ia harus bernapas dan makan melalui selang yang lansgung ke ususnya karena tidak dapat menelan atau mengolah makanan di perutnya.

Setelah berjuang berbulan-bulan lamanya, Lavaya akhirnya terpaksa menyerah pada tanggal 3 September 2018 lalu. Kedua orang tuanya meminta semua orang yang hadir dalam pemakaman mengenakan baju berwarna pink sebagai penghargaan kepada puteri kecilnya.

"Aku mencintaimu Lavaya Mai, terbanglah puteri spesialku," tulis sang ibu di akun media sosialnya.




Saksikan juga video 'Mengharukan! Pria Ini Bikin Tato Luka di Kepala untuk Anaknya':

[Gambas:Video 20detik]

(wdw/up)
News Feed