Selasa, 25 Sep 2018 17:31 WIB

Pil KB Bikin Rahim Kering dan Susah Punya Anak, Mitos atau Fakta?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi pil KB (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Penggunaan pil kontrasepsi untuk mencegah kehamilan sering dihindari oleh wanita karena ditakutkan akan menyebabkan efek samping yang berbahaya, seperti mengalami kegemukan,perasaan mual, hingga rahim menjadi kering dan susah punya anak.

"Kalau ada yang bilang pil KB bikin rahim kering dan susah punya anak itu tidak benar karena sekarang kadar hormon dalam pil kontrasepsi sudah sangat dijaga. Bahkan banyak pasien saya telat minum dua hari aja bisa hamil," tutur ahli kandungan dari RS Cipto Mangunkusumo, dr Andon Hestiantoro, SpOG(K) dalam diskusi Hari Kontrasepsi Sedunia di Jakarta Selatan, Selasa (25/9/2018).



Menurut dr Anton, memang ibu-ibu zaman dulu diberikan kontrasepsi hormon dengan dosis yang sangat tinggi yang menyebabkan timbulnya berbagai efek samping. Saat ini, pil KB dengan dosis yang kuat sudah tidak di produksi lagi.

Lebih lanjut, dr Anton menjelaskan bahwa para ahli dan peneliti sudah mengetahui bahwa untuk mencegah kehamilan itu ternyata tidak diperlukan hormon yang tinggi. Dahulu, dosis yang digunakan sekitar 50 mcg (mikrogram) diturunkan menjadi 20 mcg sehingga efek samping dari penggunaan alat kontrasepsi bisa diminimalkan.

"Itu mitos zaman dulu ya. Sekarang yang minum pil KB malah wajahnya bisa lebih cantik dan segar. Adanya kandungan drospirenon membuat jerawat berkurang dan kulitnya jadi mulus," tutupnya.

(up/up)