Kamis, 27 Sep 2018 07:59 WIB

Ingat Ya! Antibiotik Bukan 'Obat Dewa' untuk Segala Penyakit

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi antibiotik. Foto: Thinkstock Ilustrasi antibiotik. Foto: Thinkstock
Jakarta - Antibiotik bukan 'obat dewa' alias magic pill yang bisa mengatasi semua penyakit yang menyerang fungsi tubuh. Antibiotik hanya untuk mengobati penyakit yang diakibatkan bakteri, bukan virus atau parasit lainnya. Penggunaan selain untuk bakteri justru berisiko buruk bagi kesehatan.

Namun faktanya, antibiotik kerap dianggap obat paling mujarab bagi semua penyakit. Antibiotik bahkan diberikan saat penyebab penyakit belum diketahui seutuhnya.

"Antibiotik hanya untuk penyakit akibat bakteri, yang pemberiannya didului tes laboratorium," kata Ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikrobia (KPRA) Harry Parathon.



Masyarakat wajib kritis bila dokter memberi antibiotik tanpa didului tes lab. Hal ini untuk mencegah masyarakat menjadi kelinci percobaan penyembuhan dengan antibiotik. Trial and error yang meresepkan antibiotik berulang atau lebih dari satu. Harry mengatakan, pemberian ulang sebetulnya dilarang karena berisiko menyebabkan resistensi antimikroba

Dilansir dari sumber, masyarakat sebetulnya bisa membedakan gejala penyakit yang diakibatkan bakteri atau virus. Gejala penyakit akibat bakteri antara lain hidung berlendir, demam, dan terkadang batuk. Gejala lainnya adalah sakit di tenggorokan, telinga, dan sesak napas.

Sementara, gejala infeksi virus antara lain hidung berair, batuk dan kadang diselingi sakit tenggorokan. Gejala lainnya adalah kerap mimisan, demam, dan susah tidur. Gejala infeksi virus biasanya sebentar namun akut, sedangkan bakteri terjadi selama 10 hingga 14 hari terus menerus.



(Rosmha Widiyani/up)
News Feed