Senin, 01 Okt 2018 08:23 WIB

Sonia Wibisono Ungkap Kendala Pemberantasan TBC di Indonesia

Rina Atriana - detikHealth
Sulit untuk memberantas TBC karena edukasi yang masih minim. (Foto: Uyung/detikHealth)
Jakarta -
Artis sekaligus dokter, Sonia Wibisono, termasuk salah satu tokoh yang mewakili Indonesia dalam forum mengenai tuberculosis (TBC) di kantor PBB, New York. Sonia mengungkap sejumlah terkendala upaya pemberantasan TBC di Indonesia.

"Menghadiri rapat tinggi PBB September 2018 mengenai pemberantasan TBC, memang banyak yang sudah dilakukan oleh pemerintah berbagai negara termasuk indonesia," tutur Sonia dalam pesan tertulis yang diterima, Minggu (30/9/2018).

"Tetapi indonesia masih harus berjuang untuk mempercepat target pembrantasan TBC tahun 2030. Banyak kendala yang dihadapi seperti banyaknya kasus TBC yang belum terdeteksi, banyaknya orang yang belum tahu gejalanya dan menganggapnya batuk biasa dan tidak memeriksakan diri ke dokter," jelasnya.

Sonia menghadiri forum mengenai TBC tersebut bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Menkes Nila Moeloek, Menko PMK Puan Maharani, dan pejabat lainnya.



Kendala lain yakni masih banyaknya dokter yang belum memasukkan data pasien ke Dinas Kesehatan serta banyaknya stigma masyarakat bahwa TBC adalah penyakit menjijikkan dan harus dijauhi.

"(Kendala lain) jauhnya transporasi dari rumah ke pusat kesehatan terutama di kampung terpencil, di mana smua kasus ini harus ditangani satu per satu," ujar Sonia.

"Kita sebagai masyarakat awam harus membantu edukasi bahwa tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang dapat diobati, dengan minum obat teratur dalam waktu 6 bulan. Setelah 3 minggu minum obat dengan teratur maka pasien sudah tidak menularkan gejala dan jangan dikucilkan," paparnya.

Sebelumnya, Wapres JK menyatakan Indonesia menargetkan kasus TBC di Indonesia menurun drastis pada 2030 dan akan bebas TBC pada 2050.

"Indonesia punya program (TBC) tahun 2030 itu sudah sangat turun, dan 2050 itu bebas. Tapi ini bisa terlaksana kalau ada kerja sama semua pihak," tutur JK di Markas PBB, New York, AS, Rabu (26/9).





Tonton juga 'Mitos Menyesatkan Tentang Penyakit Tuberkulosis':

[Gambas:Video 20detik]

(up/up)