Senin, 08 Okt 2018 09:15 WIB

Anak Sakit Parah, Ibu Ini Donorkan Hatinya Walau Positif HIV

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi hati. Foto: thinkstock Ilustrasi hati. Foto: thinkstock
Jakarta - Sebuah kisah mengharukan datang dari ibu dan anak di Johannesburg, Afrika Selatan. Sang anak mengidap sakit parah yang mengharuskannya untuk transplantasi hati.

Dikutip dari New York Post, sang ibu lah yang akhirnya mendonorkan hatinya untuk sang anak meskipun tahu bawa dirinya mengidap HIV. Dokter pun melakukannya dengan berharap ada kesempatan untuk menyelamatkan keduanya.

Para ahli di Universitas Witwatersrand menjelaskan prosedur tersebut yang diterbitkan di jurnal AIDS, bahwa pihak universitas dipercaya untuk melakukan transplantasi tersebut mengingat di negara itu minimnya organ untuk didonorkan.

"Tim transplantasi menghadapi dilema menyelamatkan hidup anak sementara pada saat yang sama mengetahui bahwa anak itu mungkin menjadi positif HIV karena keputusan ini," kata pihak Universitas Witwatersrand.



Setelah dilakukan prosedur transplantasi tersebut, tim dokter terus memantau kondisi sang anak. Hingga berminggu-minggu berlalu, tim ahli dari Institut Penyakit Menular Nasional Afrika Selatan tidak menemukan adanya infeksi HIV pada anak itu.

Menurut tim dokter, keberhasilan pencegahan penularan infeksi ini ada kaitannya dengan obat antiretroviral (ARV) yang selalu dikonsumsi sang ibu setiap hari.

"Jika itu adalah pilihan antara kematian dan hidup cukup baik dengan infeksi yang dapat diobati, saya pikir mereka membuat pilihan yang cukup masuk akal," kata Dr Anthony Fauci, kepala Divisi Penyakit Menular di US National Institutes of Health dan ahli HIV terkemuka.

Namun, Fauci menekankan bahwa keberhasilan satu kasus ini tidak berarti adanya pendekatan untuk percobaan lagi. Semuanya harus bersarkan kasus per kasus.






Tonton juga 'Masih Belia, Bocah Ini Jalani Transplantasi Organ':

[Gambas:Video 20detik]

(wdw/up)
News Feed