Rabu, 10 Okt 2018 10:57 WIB

Paparan Polusi Juga Tingkatkan Risiko Kanker Paru

Rosmha Widiyani - detikHealth
Rokok termasuk faktor risiko utama kanker paru, tapi bukan satu-satunya (Foto: ilustrasi/thinkstock) Rokok termasuk faktor risiko utama kanker paru, tapi bukan satu-satunya (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Kabar duka datang dari aktor komedi senior Indonesia, Indro Warkop, yang baru saja kehilangan istrinya, Nita Octobijanthy, akibat kanker paru. Jenis kanker paru yang hingga kini juga masih menggerogoti Kepala Pusat Data dan Humas BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Sutopo PN.

Kedua kasus ini memberi pelajaran, kanker paru tak melulu terjadi pada perokok aktif.

Salah satu faktor risiko terbesar kanker paru adalah polusi udara, yang datang dari rokok dan aktivitas manusia setiap hari. Dikutip dari situs Vital Strategies, level polusi dan bahaya rokok sama terkait kanker paru. Riset menemukan, peningkatan tiap 10 mikrogram per kubik konsentrasi materi polusi dalam tubuh memperbesar risiko kematian akibat kanker paru sebesar 27 persen. Responden dalam riset ini adalah orang yang tidak merokok.



Risiko tersebut mungkin lebih besar pada kota megapolitan seperti Jakarta, New Delhi, dan Beijing. Negara berkembang umumnya berbagi risiko karena masih minim infrastruktur terkait kebersihan udara. Masyarakat di kota tersebut harus menghirup udara yang tercampur asap kendaraan, pabrik, rumah tangga, dan peralatan pembangunan. Dengan fakta ini, rekan komuter menghadapi risiko besar terkena kanker paru akibat paparan polusi. Selain kanker paru, paparan polusi juga berisiko mengakibatkan kanker usus besar, ginjal, dan kandung kemih.

Rekan komuter harus melakukan usaha preventif sedini mungkin untuk mencegah risiko kanker paru. Salah satunya dengan penggunaan masker, menjaga pola makan, tidak merokok, dan olahraga. Masker yang digunakan idealnya berkategori N95, namun rekan komuter bisa menggunakan pelindung berbagai jenis untuk menyaring partikel polusi. Bila harus berdekatan dengan sumber polusi, sebaiknya perkuat daya tahan tubuh untuk menekan masuknya radikal bebas.

Rokok saat ini memang masih jadi faktor risiko terbesar kanker paru. Namun efek yang ditimbulkan cenderung bersifat personal, sedangkan paparan asap dan polusi mampu menjangkau lebih banya orang. Sebanyak 15 persen kanker paru ternyata terjadi pada orang yang tidak merokok. Rekan komuter memang tidak bisa memilih lingkungan tempatnya menghirup napas, namun mampu bertahan untuk menekan risiko terjadinya kanker paru seminimal mungkin.





Tonton juga 'Indro 'Warkop' Masih Terguncang Ditinggal Sang Istri':

[Gambas:Video 20detik]

(up/up)