Jumat, 12 Okt 2018 18:10 WIB

Heboh Soal Komunitas Gay, Dokter Jiwa Ingatkan untuk Tidak Bullying

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Lampu lalu-lintas bertema gay di Austria (Foto: Dok. REUTERS/Leonhard Foeger) Lampu lalu-lintas bertema gay di Austria (Foto: Dok. REUTERS/Leonhard Foeger)
Jakarta - Belakangan ini, berbagai aktivitas yang melibatkan komunitas gay tengah ramai diperbincangkan. Mulai dari pesta seks yang digerebek hingga grup gay pelajar yang ternyata cuma hoaks.

Berbagai tudingan dan komentar negatif lantas dialamatkan kepada perilaku seksual sesama jenis tersebut. Tak sedikit yang menjurus bullying, tidak sekadar mempersoalkan ada tidaknya tindak kriminal tetapi juga meledek orientasi seksual.

Dokter jiwa dari RS Cipto Mangunkusumo dr Petrin Redayani Lukman, SpKJ(K), MPd.Ked menganjurkan untuk menghindari bullying karena tidak akan menyelesaikan masalah. Ia lebih menganjurkan untuk memilah-milah permasalahan yang ada.

"Kalau dia punya preferensi seperti itu mungkin saja itu terjadi. Enggak bisa nyalahin. Tapi pesta seksnya kemudian pakai narkobanya itu yang salah. Nah, itu yang perlu kita diskusikan," ungkapnya.



Apabila kita menemukan seseorang atau kerabat yang sudah sampai ke tahap tersebut, sudah tugas kita untuk mencegah hal tersebut menjadi lebih berat. Jangan malah mem-bully karena hanya akan membuat orang tersebut semakin sendirian dan hilang arah.

"Di-bully lagi, kasihan. Itu yang saya bilang tadi kelompok yang minoritas. Terus dia di-bully sama netizen, terus dia makin withdrawal dari komunitas, depresi dia, dan satu-satunya komunitas yang memahami dia ya ini (kelompoknya dia). Ya sudah makin eksis lah dia di situ, dia nggak akan mau lagi ke luar," tandasnya.

(ask/up)
News Feed