Jumat, 12 Okt 2018 20:01 WIB

Catat! Deretan Penyakit Ini Bisa Menular Lewat Pesta Seks Tukar Pasangan

Annissa Widya Davita - detikHealth
Secara teori, kondom bisa mencegah penularan infeksi seksual (Foto: iStock) Secara teori, kondom bisa mencegah penularan infeksi seksual (Foto: iStock)
Jakarta - Boleh-boleh saja ada yang menyanggah risiko penularan virus dalam pesta seks tukar pasangan seperti terjadi di Jawa Timur. Secara matematis, kondom memang menghalangi transmisi kuman patogen yang terdapat dalam cairan tubuh, baik sperma maupun cairan vagina.



Namun seks bukan matematika yang kalkulasinya serba pasti. Berbagai kemungkinan bisa terjadi, seperti rusak atau lepasnya kondom, atau bahkan ketidaktahuan cara pakai kondom yang membuat fungsi proteksi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Keengganan memakai kondom secara konsisten sepanjang sesi bercinta karena dirasa mengurangi kenikmatan, juga termasuk tantangan yang tidak bisa dinafikkan. Situasi-situasi semacam itu membuat risiko penularan sulit dihitung secara matematis.

Karena itu, ada benarnya jika para ahli kesehatan menggolongkan perilaku tukar-menukar pasangan seksual sebagai perilaku dengan risiko tinggi. Bukan hanya HIV yang bisa ditularkan, melainkan juga infeksi lain seperti Hepatitis B dan C, sifilis atau raja singa, herpes, dan gonorrhea atau kencing nanah.



"Faktor risiko tertular infeksi menular seksual antara lain berhubungan seksual dengan lebih dari satu partner, berhubungan seksual dengan orang yang memiliki partner seksual lebih dari satu, dan berhubungan seksual dengan sesorang yang menderita infeksi menular seksual," jelas dr Alvina Widhani SpPD, KAI, dari RS Cipto Mangunkusumo.

Dari berbagai variasi hubungan intim, seks anal disebut paling berisiko. "Karena lapisan mukosa di daerah tersebut lebih mudah robek," jelas dr Alvina saat dihubungi detikHealth, Jumat (12/10/2018).

Jadi, apakah cukup pakai kondom saja untuk mengurangi risiko penularan infeksi? Sepertinya tidak.

"Risiko penularan dapat dikurangi dengan tidak melakukan hubungan seks bebas," tegas dr Alvina.

(up/up)
News Feed