Senin, 15 Okt 2018 18:00 WIB

Ilmuwan Khawatir Pasukan Serangga Pembawa Virus Dijadikan Senjata

Firdaus Anwar - detikHealth
Virus bisa jadi senjata biologis (Foto: Thinkstock) Virus bisa jadi senjata biologis (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Markas Kementerian Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon, dikabarkan sedang mengembangkan proyek baru bernama 'Insect Allies'. Proyek melibatkan pasukan serangga membawa virus yang sudah dimodifikasi secara genetik untuk melindungi hasil panen.

Sebagai contoh ketika muncul kekeringan, pasukan kutu daun membawa virus yang dapat membuat jagung tumbuh lebih lama dapat dilepaskan. Dengan demikian diharapkan hasil panen bisa bertahan sampai masalah kekeringan selesai.

Meski dasarnya mungkin mulia, komunitas ilmuwan dunia khawatir karena proyek seperti itu mudah dieksploitasi untuk menghasilkan senjata biologis. Dalam surat terbuka yang diterbitkan di jurnal Science, lima ilmuwan menyuarakan kekhawatirannya.



"Program seperti ini bisa dipersepsikan secara luas sebagai upaya untuk menciptakan agen biologis baru untuk tujuan berbahaya, yang kalau benar merupakan pelanggaran Konvensi Senjata Biologis (BWC)," ungkap peneliti seperti dikutip dari jurnal Science, Senin (15/10/2018).

Menanggapinya Manajer Program Insect Allies Blake Bextine mengatakan wajar bila ada kekhawatiran komunitas internasional. Hanya saja ia memastikan bahwa program benar-benar ditujukan untuk memastikan ketahanan pangan nasional.

"Setiap kali Anda mengembangkan teknologi revolusioner baru, pasti akan selalu ada potensi untuk kemampuan pertahanan atau penyerangan. Tapi bukan itu yang sekarang kami lakukan. Kami mencari cara bagaimana menerapkan sifat-sifat positif pada tanaman," ungkap Blake seperti dikutip dari Live Science.

Untuk saat ini Insect Allies masih dalam tahap pertama. Tes awal menunjukkan bahwa kutu daun memang bisa menginfeksi tumbuhan dengan virus yang dirancang untuk membuat tumbuhan berpendar.

(fds/up)
News Feed