Jumat, 19 Okt 2018 20:09 WIB

Dokter Jiwa: Ofensif, Jangan Pakai Kata 'Autis' Walau Becanda!

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi anak dibully. Foto: ilustrasi/thinkstock Ilustrasi anak dibully. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Walau kini edukasi dan kepedulian soal autisme sudah semakin baik, masih banyaknya candaan menggunakan kata 'autis'. Presiden Yayasan Autisma Indonesia, dr Melly Budhiman, SpKJ mengimbau jangan menggunakan kata tersebut meski hanya becanda.

"Penyebutan autis sebagai gurauan itu juga ada. Atau mengolok teman dengan kata-kata autis. Itu ofensif, akan membuat sakit hati. Terutama orang tua mereka," kata dr Melly kepada detikHealth, Jumat (19/10/2018).


Selain gurauan menggunakan kata 'autis', bullying juga masih menjadi tantangan lain yang masih dihadapi baik para penyandang autisme, keluarga mereka dan komunitas-komunitas yang berkecimpung dalam autisme.

"Itu masih jadi tantangan. Mereka kan butuh penerimaan dan dukungan dari lingkungan sekitar untuk dapat berkembang. Kalau lingkungannya tidak mendukung dan malah mem-bully, ya gimana? Anak autis itu sama seperti kalian. Mungkin tampak berbeda, tapi dia sama," kata dr Melly.

Menyandang autisme bukan berarti tidak dapat berprestasi. Pada tanggal 20-21 Oktober 2018 ini akan dihelat perlombaan ASEAN Autism Games 2018 di mana 200 penyandang autisme dari seluruh negara Asia Tenggara akan bertanding dalam olahraga lari, renang, dan permainan tradisional Indonesia.

(frp/up)