Senin, 22 Okt 2018 14:26 WIB

Andai Imunisasi MR Tak Capai Target, Ini Langkah yang Disiapkan Kemenkes

Widiya Wiyanti - detikHealth
Foto: Imunisasi MR di Maros (Bakrie-detik) Foto: Imunisasi MR di Maros (Bakrie-detik)
Jakarta - Masih ada sembilan hari lagi pelaksanaan kampanye imunisasi Measles dan Rubella (MR) di wilayah luar Pulau Jawa. Hingga kini, cakupan secara nasional baru mencapai 63,36 persen dari 95 persen targetnya.

Apa yang akan dilakukan Kementerian Kesehatan jika cakupan imunisasi MR tidak mencapai targetnya? Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono mengatakan bahwa akan membicarakannya dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

"Nah kami tentu akan membicarakan lagi dengan IDAI dan ITAGI untuk hal ini. Tentang program dilanjutkan atau masuk langsung kepada mekanisme pemberian imunisasi yang sifatnya rutin," ujarnya saat ditemui di Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Senin (22/10/2018).



Dua pilihan ini akan dibicarakan saat kampanye imunisasi MR ini berakhir, yaitu pada akhir bulan Oktober ini. Selain itu, setelah selesainya verifikasi data mengenai capaian imunisasi setiap daerah.

"Tadi disampaikan bahwa verifikasi ini butuh waktu dua minggu," tambah Anung.

Sementara itu, per tanggal 21 Oktober 2018, capaian imunisasi tertinggi ada di Provinsi Papua Barat dengan 98,63 persen. Sedangkan capaian terendah ada di Provinsi Aceh dengan capaian 6,43 persen.

"Kalau dari sisi upaya, jelas sudah relatif maksimal, cuma tantangannya berbeda satu dengan yang lain," tutur Anung.





Tonton juga 'Apa Risiko Saat Bunda Menolak Imunisasi untuk Anak?':

[Gambas:Video 20detik]

(wdw/up)
News Feed