Selasa, 23 Okt 2018 18:12 WIB

Stop! Tudingan 'Kurang Bersyukur' ke Orang yang Suicidal Itu Jahat

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi depresi. Foto: Thinkstock
Jakarta - "Kamu kurang bersyukur kali, makanya bisa depresi," tidak jarang kalimat ini dilontarkan kepada mereka yang sedang berjuang melawan depresi. Memang, terdapat sebagian orang yang terkesan tidak ambil pusing dan menganggap bahwa depresi merupakan tanda 'kurangnya kedekatan kepada Tuhan'.

"Stop judging! Respons demikian menandakan tidak adanya empati. Respons demikian berdampak pada orang yang mengalami depresi menjadi lebih terpuruk," kata Veronica Adesla, psikolog dari Personal Growth, pada tim detikHealth melalui pesan singkat, Selasa (23/10/2018).



Stop judging! Respons demikian menandakan tidak adanya empati. Respons demikian berdampak pada orang yang mengalami depresi menjadi lebih terpurukVeronica Adesla - Psikolog Personal Growth










Vero, sapaannya, menambahkan pikiran untuk mengakhiri hidup dapat muncul di kepala para penyandang depresi ketika mendengar ucapan-ucapan negatif dari orang-orang di sekitar. Kemunculannya tidak hanya sekali tapi berulang kali diputar dan ditayangkan ulang di dalam pikiran, sangat mengganggu, dan sangat merusak.

"Mereka harus berjuang untuk keluar dari gelap, dari lubang yang mengisap mereka ke dasar. Mereka harus mencari tahu dan menemukan bahwa keberadaannya di dalam kehidupan ini bermakna untuk orang lain," tambahnya.

Memberikan respon yang kurang baik dapat menurunkan rasa percaya diri mereka. Merespons dengan kalimat bermakna negatif dan merendahkan akan sangat berpengaruh pada kestabilan jiwa dari pengidap depresi.



(Khadijah Nur Azizah/up)