Kamis, 25 Okt 2018 15:41 WIB

Ada Teman Curhat Ingin Bunuh Diri? Catat, Ini Saran Dokter Jiwa

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi bunuh diri. Foto: Thinkstock Ilustrasi bunuh diri. Foto: Thinkstock
Jakarta - Fransicus, seorang suami dan ayah di Palembang, Sumatera Selatan yang diduga membunuh anggota keluarganya dan kemudian bunuh diri sempat mengirimkan pesan singkat kepada para sahabat yang menunjukkan tanda-tanda bunuh diri.

"Tanda-tandanya mengarah ke sana. Dia (korban) seperti putus asa. Apalagi keterangan di keluarga juga istrinya (Margareth) minta cerai beberapa kali. Karena kalau hanya karena ekonomi, rasanya tidak mungkin. Mereka ini orang berkecukupan," kata Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain dikutip dari detikNews.

Bagaimana kalau kita yang menerima pesan singkat semacam itu? Apa yang harus kita lakukan pada orang yang menunjukkan tanda-tanda ingin bunuh diri?



Menurut psikiater dr Nova Riyanti Yusuf, SpKJ dari Rumah Sakit Jiwa Dr Soeharto Heerdjan, sebaiknya menjadi pendengar yang baik dan berusaha untuk tetap bersikap empati kepada orang tersebut.

"Untuk tips intinya adalah active listening dan bersikap empatik. Boleh saja ditemui. Bicara dengan hati jangan bicara menceramahi yang belum tentu empatik terhadap suasana hati si bapak," imbuhnya.

Psikiater yang sekaligus Anggota DPR Fraksi Partai Demokrat dan Ketua Panja RUU Kesehatan Jiwa ini menyebutkan tanda-tanda orang yang harus diajak berkonsultasi ke dokter jiwa.

"Kalau memang bicara sudah semakin kacau, atau emosi tidak menentu dan membahayakan dirinya, sudah seharusnya diajak berkonsultasi ke dokter jiwa. Bahkan ada Unit Gawat Darurat seperti di rumah sakit jiwa untuk kasus-kasus kejiwaan yang potensi membahayakan diri dan orang lain," tutupnya.





Tonton juga 'Jangan Sebar Foto atau Video Orang Bunuh Diri!':

[Gambas:Video 20detik]

(wdw/up)