Jumat, 26 Okt 2018 10:22 WIB

Wih, Akan Ada Ruangan Untuk Pasien Kanker Remaja di RS Dharmais!

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Ruangan khusus remaja dibangun agar mereka tetap termotivasi. (Foto: Lamhot Aritonang) Ruangan khusus remaja dibangun agar mereka tetap termotivasi. (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Kalau pernah berkunjung ke Rumah Sakit Dharmais, Jakarta Barat, pasti sudah tidak asing dengan Ruang Rawat Anak di lantai lantai 4. Ruangan yang ada pun didesain sebagus mungkin dan ramah untuk anak.

Penyediaan ruangan ini harus spesial mengingat kanker adalah penyakit butuh pengobatan dalam waktu lama, tempat-tempatnya pun harus steril dan tidak boleh bercampur.

Tapi tentunya pasien kanker kan tidak cuma anak-anak, namun ada juga para remaja. Karena itu, Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) yang menjadi pihak yang membangun ruangan ini dengan bantuan sponsor pun tergerak untuk membuat ruangan lainnya khusus remaja.

"Karena kami pernah mengalami anak sakit dan background saya memang arsitek oleh sebab itu sedikit banyaknya saya tahu flow-nya gimna, chart pasiennya gimana, dokter tuh gimana, nurse alur pekerjaannya gimana, maka YOAI masuk," kata Ir Retno S. Soepardji, salah satu pendiri.

Tahun 2005, YOAI mendapatkan tempat seluas 500 m2 untuk kapasitas 15 tempat tidur dengan ruang perpustakan dan taman bermain. Kemudian, di tahun 2009 area pun diperluas sebanyak 400 m2 dengan tambahan 19 tempat tidur, ruang dokter dan suster, juga ruang tunggu.

Ruang khusus remaja ini masih dalam pembangunan dengan luas 1.000 m2, namun Retno membagikan informasi beberapa ruangan yang akan ada yakni sebanyak 42 tempat tidur dilengkapi dengan ruang untuk browsing untuk remaja yang ditemani oleh psikolog. Desain yang dipilih juga unik dan memberi motivasi, yakni perjalanan panjang remaja mulai dari awal masuk rumah sakit hingga berhasil sembuh.




"Kali ini kita buat untuk tenaager, kenapa harus begitu? Dunia remaja itu sangat peka, mereka peralihan dari anak-anak menjadi remaja, jadi harus lain. Kita menangani remaja sakit kanker itu tidak mudah karena mereka perubahan dari psikis, fisiknya juga ada perubahannya yang bikin mereka 'apa sih, kok kayak gini saya?'" ujarnya.

Diharapkan, remaja bisa terhindar dari menutup diri. Dengan ruangan yang mengusung kebersamaan, diupayakan bentuk komunikasi yang tentunya akan berbeda dengan anak-anak akan membuat mereka bisa tetap semangat untuk mencapai kesembuhan. Remaja juga kerap kali merasa sudah dewasa meski nyatanya belum, karena itu pendekatan juga dilakukan jadi sedikit lebih 'serius' dibandingkan yang ditemukan di ruangan anak.

Hmm jadi enggak sabar untuk lihat seperti apa ruangan yang akan jadi nantinya.





Tonton juga 'Usia Tentukan Cara Terbaik Deteksi Kanker Payudara':

[Gambas:Video 20detik]

(fds/fds)