Senin, 29 Okt 2018 07:33 WIB

Cryosurgery untuk Kanker Banyak Diminati, Seperti Ini Cara Kerjanya

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Halaman 1 dari 5
Foto: Frieda Isyana Putri/detikHealth
Guangzhou - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan akan terjadi 'ledakan' pada pengidap kanker di tahun 2030. Seiring dengan hal tersebut, teknologi yang semakin maju terus mendorong perkembangan pengobatan pada kanker, seperti misalnya cryosurgery atau prosedur penghancuran tumor dengan pendinginan ekstrem.

Fuda Cancer Hospital di Guangzhou, China, menjadi salah satu rumah sakit kanker yang menerapkan prosedur tersebut sejak tahun 2000. Cryosurgery sendiri sudah disetujui oleh Administrasi Pangan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA) sejak 1998 dan Administrasi Pangan dan Obat-obatan China pada 1999, dikutip dari situs rumah sakit tersebut.


Sudah lebih dari 10 ribu kasus ablasi cryosurgery dilakukan di Fuda Cancer Hospital, beberapa di antaranya adalah pasien asal Indonesia. Menurut penuturan direktur konsultan kantor cabang Fuda di Indonesia, dr Liu Zhengping, sekitar 500-an warga RI berobat ke Fuda tiap tahunnya dengan jumlah kanker payudara yang terbanyak.

Prosedur cryosurgery kerap menjadi pilihan warga RI saat berobat ke China, khususnya Guangzhou. Prosedur ini dilakukan dengan invasif minimal, atau pengobatan kanker tanpa operasi. detikHealth berkesempatan melihat langsung proses cryosurgery ini sejak awal hingga akhir di Fuda Cancer Hospital Guangzhou.

(frp/up)