Kamis, 01 Nov 2018 15:40 WIB

Jadi Korban JT 610, dr Ibnu Sempat Publikasikan Riset tentang Mag Kronis

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Kenangan terakhir dr Ibnu sebelum kecelakaan JT 610 (Dok. dr Ari F Syam) Kenangan terakhir dr Ibnu sebelum kecelakaan JT 610 (Dok. dr Ari F Syam)
Jakarta - Seorang internis atau dokter spesialis penyakit dalam menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. Ialah dr Ibnu Hantoro, SpPD (33) yang baru saja menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan menerbitkan risetnya di jurnal internasional.

"Final papernya menghasilkan 2 artikel terpublikasi di jurnal internasional terindeks di Pubmed: Acta Medica Indonesiana dan Journal Health and Quality of Life Outcomes (Grup BioMed Central)," kata Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH yang menjadi pembimbing dr Ibnu.

"Penelitiannya sendiri mengevaluasi kualitas hidup pasien-pasien dispepsia fungsional," jelas dr Ari melalui pesan singkat, Kamis (1/11/2018).

Dalam bahasa awam, dispepsia sering disebut juga dengan istilah mag, berasal dari bahasa Belanda yang artinya lambung. Dispepsia fungsional adalah sakit mag yang paling banyak ditemukan dalam keseharian, disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur dan juga stres.



Sosok dr Ibnu di mata sang pembimbing merupakan pribadi yang baik. Sebagai mahasiswa, almarhum mudah dihubungi dan selalu tanggap dengan arahan yang diberikan.

"Selama melakukan penelitian di Divisi Gastro Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RSCM (RS Cipto Mangunkusumo), beliau juga aktif hadir dan membantu kegiatan-kegiatan ilmiah di lingkungan Gastroenterologi. Beliau juga beberapa kali kita minta menjadi LO (Liaison Officer) untuk invited speaker atau pakar yang datang dari luar negeri," kenang dr Ari.



Saat ini, dr Ibnu menjalankan tugas wajib kerja dokter spesialis (WKDS) di RSUD Kota Bangka Tengah. Almarhum pada Sabtu lalu minta izin pulang ke Jakarta untuk ujian calon Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kiriman foto dari dalam pesawat menjadi kenangan terakhir dr Ibnu sebelum kecelakaan itu terjadi. Menurut dr Ari, foto dr Ibnu tengah tersenyum tersebut tersebut menyiratkan pesan untuk pasrah atas apa yang terjadi.

"Semoga Allah SWT memberikan yang terbaik buat Ibnu," harap dr Ari.

(up/fds)