Jumat, 02 Nov 2018 06:54 WIB

Kemal Mochtar Pangkas Bobot 55,8 Kg, Diet Apa Ya Biar Nggak Gemuk Lagi?

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Transformasi bugar penyiar radio Kemal Mochtar setelah diet (Foto: Repro Instagram Kemal Mochtar) Transformasi bugar penyiar radio Kemal Mochtar setelah diet (Foto: Repro Instagram Kemal Mochtar)
Jakarta - Siapa yang masih ingat penyiar radio Kemal Mochtar yang super ceria ini? Jika dulu pipinya chubby, Kemal kini berubah mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat dan berhasil menurunkan berat badan (BB) hingga 55,8 kg!

"Sekarang waktunya gue maintain BB gue dengan tetap makan dengan porsi yang bener. Karena gue tau maintaining is not easy," kata Kemal di keterangan foto yang ia unggah.

Bicara soal menjaga berat badan usai diet menurunkan berat badan, banyak yang bilang ini adalah hal yang sangat sulit. Tapi, adakah perbedaan pola yang harus diterapkan dari saat dan sesudah menurunkan berat badan?



"Kalau weight loss (menurunkan berat badan) lebih fokus ke defisit kalori, kalau maintenance kalori seimbang dengan kebutuhan tubuh," jelas ahli gizi dan diet lulusan University of Sydney, Leona Victoria Djajadi MND lewat pesan singkat.

Ketika seseorang melakukan penurunan berat badan, asupan kalorinya akan lebih rendah daripada kebutuhan energi yang dibutuhkan. Namun, tentu saja ini juga harus memperhitungkan berat, umur, gender, aktivitas fisik.

"Misalnya saya membutuhkan 2.000 kalori per hari untuk kebutuhan total energi saya. Jika mau weight loss, biasanya dikurangi 500 kal dari kebutuhan tersebut. Untuk extreme weights loss biasanya dikurangi 800 kal," ungkapnya.



Beberapa waktu lalu, dr Titi Sekarindah, SpGK, dokter gizi dari Rumah Sakit Pusat Pertamina Kebayoran Baru menjelaskan bahwa memangkas kalori tidak boleh dilakukan secara ekstrem. Dijelaskan olehnya, diet yang ideal tidak boleh kurang dari 1.000 kalori.

"Pola makan untuk yang diet biasa 1.200-1.300 (kalori), disesuaikan dengan berat badan dia dan aktivitas dia. Kalau masih anak-anak tidak boleh diet kalori kecil, nanti enggak tumbuh," kata dr Titi.

(ask/up)
News Feed