Jumat, 02 Nov 2018 07:23 WIB

Mahasiswa Asing Kunjungi Balai Perlindungan Lansia DIY

Bagus Kurniawan - detikHealth
Foto: Dok. Foto Humas UGM Foto: Dok. Foto Humas UGM
Jakarta - Puluhan mahasiswa asing dari berbagai negara mengikuti kegiatan summer course 2018 yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) selama tiga minggu, 29 Oktober-16 November mendatang.

Para mahasiswa yang mengikui Interprofessional Health Care Related Problem in Elderly ini berasal dari Malaysia, Belanda, Yunani, Jepang, Thailand, Taiwan dan Singapura. Mereka berkesempatan mempelajari kegiatan pelayanan kesehatan kelompok lansia di Indonesia. Salah satu kegiatan lapangan adalah mengunjungi balai pelayanan sosial lansia Tresna Wrdha Abiyoso, Pakem, Sleman, Kamis (1/11).

Di balai pelayanan sosial lansia ini para mahasiswa asing yang berjumlah 23 orang dan 34 orang lainnya adalah mahasiswa UGM berkesempatan untuk berdialog langsung dengan penghuni lansia yang umumnya berumur di atas 60 tahun.

May Pawena, mahasiswa Prodi Keperawatan dari Mahidol University, Thailand ini mengaku ia tertarik mengikuti kegiatan summer course kali ini karena berkaitan dengan pelayanan kesehatan dan perawatan lansia. Hal itu berkaitan dengan biang ilmu yang ditekuninya di kampus.

"Mengikuti kegiatan ini saya bisa tahu lebih banyak tentang perlindungan komunitas lansia di sini," katanya.


Hal senada juga disampaikan oleh Julia De Qerrol, mahasiswi dari Universitas Vray Belanda ini mengaku senang dan gembira dapat bekunjung ke panti jompo karena di Belanda ia belum pernah melakukan kegiatan semacam ini.

"Ini untuk pertama kalinya, saya sangat senang bertemu dan melihat mereka banyak aktivitas, dan selalu bergembira," kata Julia.

Parman, 69 tahun, salah satu lansia yang sudah lima tahun menjadi penghuni panti jompo tersebut mengaku senang dan gembira dikunjungi oleh para mahasiswa yang menurutnya sebagai bagian dari usaha memotivasi dirinya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik selama berada di panti.

Mahadiswa peserta Summercource 2018 berdialog, bernyanyi bersama dengan penghuni  Balai Pelayanan Sosial Tresna  Wtedha Abiyoso Pakem, Sleman.Mahadiswa peserta Summercource 2018 berdialog, bernyanyi bersama dengan penghuni Balai Pelayanan Sosial Tresna Wtedha Abiyoso Pakem, Sleman. Foto: Dok. Foto Humas UGM


"Bagi saya kunjungan ini semacam terapi, untuk selalu menyegarkan jiwa karena kami di sini merasa tinggal menunggu kapan dijemput oleh yang Maha Kuasa," katanya.

Kepala Balai Pelayanan Sosial Tresna Wredha Abiyoso Drs. Fatchan, Msi mengatakan DIY memiliki dua balai untuk memberikan perlindungan sosial bagi kelompok lanjut usia. "Setiap tahun ada 214 klien yang bisa ditampung," katanya.

Ia menyebutkan di DIY sebenarnya ada lebih 45 ribu lansia terlantar namun saat ini hanya 214 orang lansia saja yang bisa ditampung dan dilindungi melalui dua balai perlindungan sosial. Selain menampung lansia terlantar pihaknya juga menampung lansia yang dititipkan secara mandiri oleh keluarganya melalui jalur pelayan khusus dengan membayar biaya bulanan.

"Untuk pelahanan khusus ada 28 orang, sisanya 186 orang peserta reguler yang tidak dipungut biaya," katanya.




(bgs/up)
News Feed