Jumat, 02 Nov 2018 13:00 WIB

Sultan HB X Ingatkan Bahaya Obat Ilegal, Bisa Merusak Ginjal

Usman Hadi - detikHealth
Sri Sultan HB X (Foto: Usman Hadi/detikHealth)
Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengingatkan bahaya pemalsuan obat. Tak hanya itu, Sultan juga mengingatkan masih banyaknya obat dan produk olahan makanan yang tak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Bahkan santer dibicarakan bahwa hanya 2 persen dari produk buatan China (Tiongkok) yang terdaftar (di BPOM). Bahkan ditengarai obat-obat yang berlabel herbal faktanya mengandung zat kimia yang berpotensi merusak ginjal," jelas Sultan, Jumat (2/11/2018).

Hal itu dikatakan Sultan usai menandatangani nota kesepakatan antara BPOM RI dengan Pemda DIY di Bangsal Kepatihan Kantor Gubernur DIY hari ini. Dalam kesempatan tersebut sekaligus dilantik Kepala BBPOM DIY yang baru, Ibu Rustyawati.

Selain obat palsu, Sultan juga membeberkan persoalan 'obat kuat' yang beredar di tengah-tengah masyarakat. Menurutnya, obat kuat yang menjamur tersebut perlu dicek dampak negatifnya apabila dikonsumsi masyarakat.



"Perlu dicek dampak negatifnya (obat kuat) yang diperkirakan tidak kalah berbahayanya dengan obat. Dari berbagai kasus itu mengindikasikan ada yang salah dalam sistem pengawasan obat dan makanan di negeri ini," ungkapnya.

Untuk menangani berbagai persoalan tersebut, Sultan menaruh harapan besar terhadap Kepala BBPOM DIY Rustyawati. Sultan menginginkan agar pengawasan obat dan olahan makanan dilakukan secara maksimal oleh BBPOM di bawah Rustyawati.

"Balai Besar POM harus didayagunakan secara efektif dan efisien dalam mendeteksi, mencegah, dan mengawasi produk-produk tersebut untuk melindungi keamanan, keselamatan dan kesehatan konsumen," pungkas Sultan.

(up/up)