Sabtu, 03 Nov 2018 12:30 WIB

Selain Dekompresi, Ini Kemungkinan Lain Penyebab Kematian Penyelam Basarnas

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi menyelam. Foto: (Andri Pranata Kusuma/dTraveler) Ilustrasi menyelam. Foto: (Andri Pranata Kusuma/d'Traveler)
Jakarta - Seorang penyelam Badan SAR Nasional (BASARNAS) dikabarkan tewas akibat dekompresi, Sabtu (3/11/2018). Penyelam bernama Syachrul Anto meninggal dalam proses pencarian korban Lion Air JT 610.

Dokter ahli bedah dr Mozart, SpB, mengatakan dekompresi bisa terjadi pada korban penyelam yang naik secara mendadak. Namun ada faktor lain yang bisa menyebabkan korban meninggal.

"Mungkin saja korban sebelumnya terbawa arus atau menelan lumpur. Hal ini menjadi pertimbangan karena lokasi penyelaman yang berarus kuat dan penuh lumpur," kata dokter yang kini bertugas di RS TNI AL Mintohardjo, saat dihubungi detikHealth, Sabtu (3/11/2018).


Dekompresi memang bisa mengancam nyawa korban akibat belum tuntasnya proses adaptasi tubuh. dr Mozart mencotohkan penyelam yang naik cepat dari kedalaman 50 meter. Hal ini bisa menyebabkan pembuluh darah pecah pecah akibat tiba-tiba membesar. Korban mengalami mimisan sebelum akhirnya meninggal.

Pesawat JT 610 jatuh pada kedalaman 32,5 meter di Perairan Karawang. Korban Syachrul diduga naik cepat hingga akhirnya mengalami dekompresi. Korban sudah diberangkatkan ke rumah duka di Surabaya, sementara proses evakuasi terus berlanjut.



Saksikan juga video ' Arus Deras Bawah Laut Masih Jadi Kendala Pencarian Korban Lion Air ':

[Gambas:Video 20detik]


Selain Dekompresi, Ini Kemungkinan Lain Penyebab Kematian Penyelam Basarnas
(Rosmha Widiyani/up)
News Feed