Jumat, 09 Nov 2018 07:39 WIB

Kelamaan Duduk Sama Bahayanya dengan Merokok, Setuju Nggak?

Yoga Radyan Nalendra - detikHealth
Buat kamu yang pekerjaannya lebih banyak duduk, sempatkan stretching dan jalan-jalan (Foto: iStock) Buat kamu yang pekerjaannya lebih banyak duduk, sempatkan stretching dan jalan-jalan (Foto: iStock)
Jakarta - Bagi pekerja kantoran atau yang sering duduk terlalu lama di depan komputer atau laptop, memang susah untuk dihindari sebab banyaknya tugas atau laporan yang harus diselesaikan. Belum lagi terucap kata malas gerak (mager) makin berlama-lama kita untuk beranjak dari kursi.

Ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (8/11/18) dr Grace Joselini mengajak pentingnya kita selalu gerak meskipun ke pantry sekalipun.

"Kita seharusnya tidak boleh duduk lebih dari dua jam. Kalau sudah lebih sebaiknya stretching, jalan kaki, atau pergi ke toilet. Jika tidak, kita bisa terkena penyakit stroke, jantung, dan kolestrol," ujar dokter Timnas Sepakbola Wanita Indonesia ASIAN GAMES 2018 tersebut.



Dan yang paling mengerikan ketika kita terlalu lama duduk adalah setara dengan orang merokok.

"Dengan kita terlalu banyak duduk itu, resiko kesehatannya bikin setara dengan orang merokok," ungkapnya.

"Jadi kita pada saat duduk, kita hanya membakar hanya satu kilo kalori per menit. Dalam tiga jam duduk itu pembulu darah kita sudah mulai menyempit 50 persen dan aliran darah sudah tidak bagus," tambahnya.

Oleh karena itu kita jangan terlalu tunduk dengan mager (malas gerak) dan lebih digalakkan lagi.

"Karena jangan beranggapan kita tidak gerak, kita terbebas dari segala penyakit. Itu salah besar, malah penyakit yang ditimbulkan jika kita malas gerak bisa terkena penyakit non infeksi seperti diabetes, jantung, bahkan bisa terkena kanker," tutupnya.

(up/up)
News Feed