Jumat, 09 Nov 2018 19:11 WIB

Heboh di Australia, Dinkes Bali Bantah Ada Wabah Japanese Encephalitis

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Bantahan Dinkes Bali soal wabah Japanese Encephalitis (Foto: detikHealth) Bantahan Dinkes Bali soal wabah Japanese Encephalitis (Foto: detikHealth)
Jakarta - Warga Australia dihebohkan isu tentang wabah Japanese Encephalitis (JE), penyakit yang menyerang otak, yang terjadi di Bali. Dinas Kesehatan Bali membantah kabar tersebut.

"Tidak benar terjadi outbreak/wabah/Kejadian Luar Biasa (KLB) di wilayah provinsi Bali di tahun 2018," demikian dikutip dari Surat Pernyataan yang ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya, MPPM, Jumat (11/11/2018).

Surat pernyataan yang dikeluarkan sehubungan adanya berita tentang wabah JE di Bali itu juga menyebut ada 1 kasus pada bulan Januari dengan hasil negatif tanpa kematian.

Pada 1 April hingga 30 April 2018, dilakukan vaksinasi JE pada anak usia 9-15 tahun dengan capaian 101,78 persen dari target. Upaya pencegahan dilakukan dengan pemberantasan nyamuk dan peningkatan kebersihan lingkungan.



Kabar tentang ancaman JE dikabarkan antara lain oleh situs smartraveller.gov.au. Situs ini menyebut risiko infeksi masih rendah dan menganjurkan untuk menjauhi gigitan nyamuk.

Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek mengatakan kabar ini masih ditelaah. Pihaknya masih memastikan kebenarannya melalui Balai Besar Laboratorium Kesehatan.

"Masih ditelaah. Kami minta ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan, benar apa tidak," kata Menkes Nila.

(up/ask)
News Feed