Jumat, 09 Nov 2018 20:10 WIB

Jadi Heboh di Australia, Apa Sih Japanese Encephalitis Itu?

Yoga Radyan Nalendra - detikHealth
Secara alami, Japanese Encephalitis bisa menginfeksi babi dan menular lewat nyamuk (Foto: Muhammad Ridho) Secara alami, Japanese Encephalitis bisa menginfeksi babi dan menular lewat nyamuk (Foto: Muhammad Ridho)
Jakarta - Kabar tentang wabah Japanese Encephalitis (JE) di Bali sempat menggegerkan Australia. Dinas Kesehatan Bali telah membantahnya, tetapi tidak ada salahnya mengenal penyakit yang menyerang otak tersebut.

Situs Smartraveller.gov.au yang mengabarkan risiko JE di Bali menyebut risiko penyakit ini tengah ada di Indonesia, termasuk Bali. Risikonya rendah dan ditularkan oleh gigitan nyamuk.

"Virus ini (JE) memiliki risiko infeksi yang rendah, lalu bicarakan dengan dokter anda tentang vaksinasi terhadap virus JE sebelum Anda pergi ke suatu tempat," dikutip dari laman Smartraveller, Jumat (9/11/2018).



Pusat pengendalian penyakit Eropa (ECDC) menyebut virus JE merupakan jenis virus RNA (ribonucleic acid) dari genus Flavavirus, keluarga Flaviviridae. Pertama kali diisolasi pada 1935 dari otak dalam sebuah kasus JE fatal di Jepang.

Babi dan beberapa jenis burung liar mewakili reservoir alami virus ini. Penularan ke hewan lain ataupun ke manusia diperantarai oleh nyamuk Culex, jenis nyamuk yang sama yang menularkan filariasis atau kaki gajah.

(up/up)
News Feed