Jumat, 09 Nov 2018 22:23 WIB

Mungkinkah Pengidap Depresi Melakukan Penyerangan?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pelaku penyerangan Polsek Penjaringan disebut-sebut mengalami depresi (Ilustrasi: thinkstock) Pelaku penyerangan Polsek Penjaringan disebut-sebut mengalami depresi (Ilustrasi: thinkstock)
Jakarta - Pelaku penyerangan terhadap Polsek Penjaringan Jakarta Utara disebut-sebut mengalami depresi dan ingin bunuh diri, tetapi tidak berani. Dugaan pelaku mengalami depresi masih akan didalami lewat tes kejiwaan.

Psikolog klinis dari Universitas Indonesia, Vera Itabiliana, mengatakan mereka yang sedang mengalami depresi biasanya akan fokus ke diri sendiri. Yang paling parah adalah bunuh diri. Kalau melakukan hal kriminal itu faktor lain.

"Depresi menjurus ke hal negatif memang, karena orangnya tidak bisa berfungsi dengan normal. Depresi kan selalu ditandai dengan keinginan mengakhiri hidup, itu negatif pasti tapi kalau menyerang kayaknya enggak," jelas Vera, Jumat (9/11/2018).



Pengidap depresi pada dasarnya akan selalu terpikirkan untuk melakukan sesuatu yang negatif. Namun melakukan penyerangan secara tiba-tiba tentu tidak bisa dikaitkan dengan depresi.

"Kalau misalnya dia tiba-tiba menyerang pasti ada hal lain tapi itu tidak bisa dianggap depresi. Dalam kondisi tidak sehat itu orang bisa saja dipengaruhi untuk melakukan sesuatu, terpikirkan untuk melakukan sesuatu yang bersifat negatif," tambahnya.

Penderita depresi akan kehilangan minat untuk hidup bahkan sudah tidak memiliki keinginan untuk mengurus diri sendiri. Selain itu, mereka juga menarik diri dari lingkungan serta selalu merasa kosong dan hampa.

"Ada beberapa faktor yang memang memicu penderita depresi untuk melakukan hal negatif. Dia alami sakit terus enggak sembuh pasti depresi, ingin bunuh diri," pungkasnya.

(up/up)
News Feed