Senin, 12 Nov 2018 19:00 WIB

Hari Kesehatan Nasional

Menkes Sebut Daun Kelor Bisa Bantu Kurangi Stunting

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek sebut daun kelor bisa bantu kurangi angka stunting. Foto: Ari Saputra Menteri Kesehatan Nila F Moeloek sebut daun kelor bisa bantu kurangi angka stunting. Foto: Ari Saputra
Jakarta - Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, menyebutkan konsumsi daun kelor mampu mencegah dan bahkan mengurangi stunting atau masalah kekurangan gizi di Indonesia.

"Kita tahu daun kelor, saya juga waktu itu pernah ditegur katanya ngurusin stunting atau ngurusin kurang gizi itu dengan daun kelor lho. (Konsumsi) daun kelor dengan kacang hijau," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jl Rasuna Said, Senin (12/11/2018).

Salah satu permasalahan kesehatan di Indonesia adalah angka anak yang stunting dan kurang gizi kronis masih cenderung tinggi. Meski trennya cenderung menurun, namun prevalensi anak stunting masih menjadi perhatian khusus dari pemerintah.

"Daun kelor itu di ekspor ke Australia dari NTT (Nusa Tenggara Timur), padahal kita kekurangan gizi. Tahun 2013 kita 37,2 persen anak kita stunting. Artinya dari 10 anak ada 4 orang yang stunting, itu yang susahnya di situ," tambahnya.


Menkes Nila menuturkan, kelor dapat dengan mudah ditemui di Indonesia. Tentunya hal ini bisa menjadi acuan untuk melakukan berbagai inovasi agar meningkatkan konsumsi kelor di masyarakat.

"Daun kelor itu nggak ada di tempat lain, hanya ada di Indonesia. Artinya gizi anak kita juga tertolong di sini. Kan kita bisa inovasi, di bentuk berbagai macam," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional, Ina Rosalina Dadan, mengatakan kelor memiliki manfaat yang sangat baik untuk kesehatan terutama dalam meningkatkan nafsu makan.

"Kelor itu gizinya banyak sekali, ada zinc-nya, ada vitamin lain sehingga kalau seseorang makan secara terus menerus bisa meningkatkan nafsu makan dan menjadi sehat," tuturnya.

(Khadijah Nur Azizah/up)
News Feed