Rabu, 14 Nov 2018 10:30 WIB

Dikira Sakit Kepala Biasa, Wanita Ini Ternyata Kena Stroke

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Gejala stroke salah satunya sakit kepala yang tak kunjung reda. (Foto: iStock) Gejala stroke salah satunya sakit kepala yang tak kunjung reda. (Foto: iStock)
Jakarta - Setelah mengalami sakit kepala selama tiga hari berturut-turut, Sara Thomas-Norman pada hari keempat terbangun dengan keadaan buta dan lumpuh. Pada saat itu, ia langsung dilarikan ke rumah sakit dan didiagnosa menderita stroke.

"Saya pulang kerja dan berbaring di sofa ketika merasakan kepala saya terasa sangat menyakitkan. Ketika itu, salah satu anak saya membangunkan saya dan berkata 'Bu, ada yang salah, masuk ke kamar tidur dan lihat wajahmu'," ujarnya dikutip dari mirror.co.uk

Sarah menceritakan, setelah itu anaknya langsung menelpon ambulans dan hal pertama yang diingatnya adalah bangun tidur dengan keadaan buta dan lumpuh. Selama menjalani perawatan di rumah sakit, ia secara bertahap menunjukkan tanda-tanda perbaikan, tetapi tidak semuanya kembali normal.

"Penglihatanku mulai kembali dalam dua minggu dan saya mulai bisa berbicara sedikit-sedikit. Namun lengan saya masih tidak berfungsi, saya masih memilikiketerbatasan di lengan dan tangan saya," tambahnya.



Stroke terjadi ketika suplai darah ke otak terhambat. Gejala yang umum biasanya mendadak mati rasa pada satu sisi tubuh seperti kaki dan tangan, kesulitan berbicara, penglihatan yang kabur atau kehilangan penglihatan di satu atau dua mata, sampai rasa sakit di kepala yang tak kunjung membaik.

Sarah menambahkan, banyak pelajaran yang dia dapatkan ketika terkena stroke dan itu membuatnya menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

"Saya berada di rumah sakit selama hampir dua bulan. Mereka mengatakan akan lebih lama tapi saya memiliki tekad untuk keluar jadi saya akan meminta siapa saja yang menjenguk untuk membantu saya berjalan kembali," tuturnya.

Saat ini, Sarah menjadi anggota dari Singelton Hospital Stroke Ward Support Team untuk membantu dan menawarkan dukungan kepada korban stroke lainnya. Dia juga menjadi relawan di Aksi Rehabilitasi dari Cedera Neurologis yang diadakan oleh Survivor of Stroke Wales.

"Kami yang bergabung sama-sama memiliki cerita untuk dibagikan. Mereka yang membantu saya bangkit dan menunjukkan adanya kehidupan setelah stroke," tutupnya.

(up/up)
News Feed