Rabu, 14 Nov 2018 17:45 WIB

Masih Antre Layanan BPJS Kesehatan, Rizal Ramli: Ini Penghinaan

Rosmha Widiyani - detikHealth
Pelayanan di BPJS Kesehatan. Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/detikcom Pelayanan di BPJS Kesehatan. Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/detikcom
Jakarta - Peserta BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan akrab dengan antre yang lama dari pagi hingga sore. Pemerintah menyediakan layanan komputer untuk memangkas antrean. Sayangnya, masalan antrean masih terus berlanjut.

"Ini adalah penghinaan bagi masyarakat Indonesia. Layanan online seharusnya bisa mempermudah, misal tidak perlu lagi membawa KTP dan Kartu Keluarga (KK) karena data pasien sudah tersimpan di fasilitas kesehatan," kata ahli ekonomi Rizal Ramli pada Rabu (14/11/2018).


Rizal berharap pemerintah bisa memperbaiki layanan online bagi peserta BPJS Kesehatan. Layanan ini jangan sampai mempersulit peserta yang baru bisa input dan verifikasi data setelah lama antre. Metode online sekaligus untuk mengecek ketersediaan layanan kesehatan.

Perbaikan layanan online masuk dalam solusi pengelolaan BPJS Kesehatan. Menurut Rizal, masyarakat lebih dihormati dengan pelayanan medis dan administrasi yang sederhana serta tidak rumit. Perbaikan antrean online harus terjadi seiring kualitas layanan medis.

Selain perbaikan layanan, Rizal menyinggung tiga solusi lain dalam pengelolaan BPJS Kesehatan. Solusi ini adalah suntikan modal awal sebesar Rp 20 triliun, peningkatan iuran, dan segmentasi pembiayaan BPJS Kesehatan.

(Rosmha Widiyani/up)
News Feed