Kamis, 15 Nov 2018 13:39 WIB

Tips Mencegah Stres Buat Workaholic Biar Engga Depresi

Yoga Radyan Nalendra - detikHealth
Tips agar tidak depresi bagi pekerja. Foto: admn
Jakarta -
Setiap orang pasti pernah mengalami stres entah itu stres level ringan atau akut. Ganguan mental ini tidak hanya berdampak pada kondisi psikis tapi juga bisa merambat hingga memengaruhi berat badan, kehidupan seksual, kerontokan rambut, dan penyakit kronis.

Karena itu jangan abaikan stres untuk para workaholic atau para pekerja kantoran. Jika tidak, efek yang ditimbulkan bisa sampai masuk tahap depresi lho! Menurut Benny Prawira Siauw dari komunitas pencegahan bunuh diri Into The Light jika kita tidak bisa mengelola stres maka akan muncul perilaku-perilaku yang mengganggu.



"Jika stres kita sudah terlampau banyak, dan kita tidak bisa menahan itu semua maka bisa menimbulkan gangguan kejiwaan. Dan juga membuat perilaku kita menjadi aneh dan bisa disebut depresi," ujarnya saat ditemui oleh detikHealth di Fakultas Ilmu Keperawatan, UI, Depok, Kamis (15/11/2018).

Perilaku aneh yang dimaksud Benny adalah lebih cenderung, ketika kita menyikapi suatu hal atau masalah tubuh dan pikiran kita memberi reaksi menolak akan hal itu semua.

"Fungsi kita untuk mengatur pendidikan, pekerjaan, sosialisasi kita, serta rasa personality kita, menganggap itu semua menjadi hal yang mengganggu dengan terjadinya pola-pola tersebut (stres). Akhirnya menyebabkan pemikiran-pemikiran yang menumpuk dan depresi," tutur Head Cordinator In To The Light Indonesia ini.

Lalu Benny memberi tips untuk para workaholic atau para pekerja kantoran, supaya bisa mencegah atau menangani stres dengan baik.

"Sebenarnya kalau saya perhatiin sih kalau bagi mereka yang masuk kerja siang maupun pagi, sempetin exercise di malam hari. Lalu stretching sih usahain kan, kita di kantor sudah duduk berjam-jam tubuh kita membutuhkan itu, dan yang paling penting perbanyak aktivitas di luar ruangan kantor," katanya.

Menurutnya aktivitas di luar ruangan sangat membantu bagi para workaholic atau pekerja kantoran untuk meminimalisir stres dan kecemasan.

"Karena di jaman nenek moyang kita, tubuh kita sudah dirancang untuk berburu. Jadi badan kita ini hasil dari evolusi berburu bukan untuk diset duduk. Itulah mengapa kita sangat memerlukan kegiatan 'outdoor' supaya pikiran kita menjadi fresh dan pikiran kita menjadi stabil," tutupnya.

(fds/fds)