Jumat, 16 Nov 2018 09:07 WIB

Disebut Jadi Motif Pembunuhan Sadis, Dendam Ternyata Memperpendek Umur

Widiya Wiyanti - detikHealth
Foto: Penangkapan HS, terduga pembunuh satu keluarga di Bekasi (Dok. Istimewa) Foto: Penangkapan HS, terduga pembunuh satu keluarga di Bekasi (Dok. Istimewa)
Jakarta - Pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat menggegerkan masyarakat sekitar. Polisi pun telah menetapkan Haris Simamora (HS) sebagai tersangka pembunuhan keji tersebut dengan motif sementara adalah dendam.

"Sementara dendam. Habis Salat Jumat akan dirilis oleh Polda Metro setelah hasil labfornya keluar," Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo dikutip dari detikNews.



Ternyata ada fakta menarik lho mengenai dendam. Dikutip dari Neurocare, dendam memainkan peran penting dalam jiwa kita. Memendam rasa dendam secara tidak sadar sama saja mencari belas kasih dan empati sebagai alat untuk mengimbangi perasaan negatif yang dialaminya.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa memendam perasaan negatif bukan hanya buruk bagi kondisi mental, namun juga berpengaruh buruk pada kesehatan fisik.

Penelitian dari Emory University menemukan bahwa orang yang memiliki perasaan dendam lebih cenderung juga memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi dan lebih mungkin meninggal karena penyakit jantung daripada orang yang lebih pemaaf.

Hal ini disebabkan oleh adanya protein C-reaktif yang berkaitan langsung dengan penyakit jantung dan stroke. Ketika memendam dendam, protein C-reaktif tersebut meningkat dalam aliran darah, itulah yang memungkinkan timbulnya penyakit.

Selain itu, perasaan dendam yang berkepanjangan juga dapat berdampak negatif pada metabolisme, respons imun, dan fungsi organ tubuh. Juga dapat berisiko mengembangkan depresi dan gangguan kecemasan.





Tonton juga 'Ada Dendam di Balik Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi?':

[Gambas:Video 20detik]

(wdw/up)
News Feed