Jumat, 16 Nov 2018 12:00 WIB

Tersangka Pembunuhan Dendam Karena Dimarahi, Apa Sih Efeknya Bagi Mental?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Foto: HS teduga pembunuh satu keluarga di Bekasi. (Dokumen Facebook) Foto: HS teduga pembunuh satu keluarga di Bekasi. (Dokumen Facebook)
Jakarta - Terungkap bahwa penyebab dendam yang menjadi motif pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat, Haris Simamora (HS) adalah karena sering dimarahi oleh korban.

Ternyata dimarahi memiliki dampak yang cukup signifikan bagi kesehatan mental. Dikutip dari US News, dimarahi seseorang bisa mengakibatkan pada gangguan kecemasan dan depresi. Selain itu juga bisa memengaruhi kesehatan fisik, seperti menyebabkan gangguan tidur, sakit kepala, dan nyeri otot.

"Mungkin ada efek merugikan jangka panjang yang signifikan," kata psikiater osteopati, dr Charles Sophy.

"Stres akibat intimidasi dapat mengarah pada masalah tiroid, masalah gastrointestinal, tekanan darah tinggi, gangguan mood, perilaku mencederai diri, dan gangguan makan," lanjutnya.



Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam International Archives of Occupational and Environmental Health edisi 2013 menemukan bahwa bahkan dimarahi atau ditindas, terutama di tempat kerja dikaitkan dengan peningkatan risiko mengembangkan gejala depresi selama 18 bulan berikutnya.

Sementara American Psychological Association mengatakan bahwa dimarahi atau diintimadasi dapat meningkatkan perilaku agresif di mana dengan sengaja dan berulang kali menyebabkan orang lain cedera atau tidak nyaman.

Dan penelitian dalam American Journal of Public Health edisi November 2015 menemukan bahwa korban dimarahi, terutama di tempat kerja memiliki risiko dua kali lipat untuk mengalami keinginan bunuh diri selama lima tahun berikutnya.

"Jangan berpikir bahwa dimarahi tidak memengaruhimu karena tidak disadari, apalagi jika kamu memang memiliki masalah kesehatan yang mendasar," tutur Sophy.






Tonton juga 'Ada Dendam di Balik Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi?':

[Gambas:Video 20detik]

(wdw/fds)