Jumat, 16 Nov 2018 18:20 WIB

Hanya 4 Menit, Waktu Kritis Bisa Selamat dari Tenggelam

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi tenggelam. Foto: (Thinkstock) Ilustrasi tenggelam. Foto: (Thinkstock)
Jakarta - Nahas bagi Achmad Daniyal Alfatih, cucu Wiranto meninggal dalam usia 15 bulan akibat tenggelam di kolam ikan rumahnya. Menjadi faktor risiko kematian yang cukup besar menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), rupanya waktu kritis bagi seseorang yang alami tenggelam cukup singkat yakni hanya 4-5 menit saja.

Diterangkan oleh dr Frans Abednego Barus, SpP, dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, bahwa proses air menggenangi paru-paru secara masif hingga menyebabkan kematian saat tenggelam cukup cepat. Ketika air masuk menutupi saluran napas, refleks yang terjadi adalah orang tersebut akan merasa tercekik dan batuk-batuk, lalu kemudian akan kehilangan kesadaran.


"Kita diberi 4 menit untuk sanggup mempertahankan dengan kadar oksigen terendah. Menit ke-5, brain damage (kerusakan otak atau mati otak). Air akan masuk terus menggenangi paru-paru sampai ke tempat penyebaran gas, ya jadinya meninggal," kata dr Frans saat dihubungi detikHealth via sambungan telepon, Jumat (16/11/2018).

Untuk mencegah air masuk ke dalam paru-paru terlalu banyak, bisa melakukan teknik menahan napas dan tetap tenang jika mampu dilakukan. Namun jika terlalu lama atau mencapai batas waktu 4 menit, maka proses penurunan kesadaran tetap akan terjadi.

Saat seseorang yang tenggelam gagal berusaha menahan napas masuknya air bisa lebih banyak, tak hanya menggenangi paru-paru namun juga bisa mengisi lambung. Inilah kenapa menurut dr Frans beberapa korban tenggelam kerap ditemukan berperut buncit akibat terisi air.

Jika mampu menyelamatkan seseorang dari tenggelam, maka pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah melakukan resusitasi jantung paru atau lebih dikenal dengan CPR. Namun teknik ini harus dilakukan oleh orang terlatih, walau bukan petugas medis namun orang awam yang tersertifikasi teknik CPR juga bisa, karena berisiko mematahkan tulang iga atau rusuk korban.

(frp/fds)
News Feed