Jumat, 16 Nov 2018 19:11 WIB

Tidak Cuma Stasiun, YLKI Masih Temukan Iklan Rokok di Tempat Ini

Rosmha Widiyani - detikHealth
Iklan rokok di Stasiun Gubeng, Surabaya. Foto: Dok. YLKI Iklan rokok di Stasiun Gubeng, Surabaya. Foto: Dok. YLKI
Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebut masih ditemukan iklan rokok di beberapa stasiun, pelabuhan, hingga bandara. Padahal menurut aturan soal Kawasan Tanpa Rokok (KTR) seharusnya iklan tidak terpasang di tempat umum.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi merujuk pada UU Kesehatan nomer 32 tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah (PP) nomer 109 tahun 2012 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.


Dari laporan yang masuk YLKI mendapati iklan rokok contohnya di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Tengah. Selain itu iklan rokok juga sempat ditemukan di Bandara Adisucipto, DI Yogyakarta pada September 2018 yang kini telah dicopot.

"Kami menuntut pemerintah memberi kartu merah pada manajemen bandara, pelabuhan, dan stasiun. Tempat ini seharusnya bebas iklan, asap, dan produk rokok karena bisa diakses anak dan remaja. Kita sempat audiensi tapi belum ada tindakan tegas," kata Tulus pada Jumat (16/11/2018).

Menurut Tulus, hanya Stasiun Tugu yang melaksanakan teguran soal iklan rokok meski masih setengah hati. Pihak stasiun menutup iklan rokok dengan kain batik supaya tak dilihat pengunjung namun masih belum diturunkan seutuhnya.

Aturan soal KTR sebetulnya tak hanya membahas asap dan produk tembakau, tapi juga akses yang mendekatkan konsumen misal iklan. Tulus yakin pihak manajemen mengerti aturan KTR, sehingga seharusnya bisa segera menurunkan iklan rokok dari tempat angkutan umum.

(Rosmha Widiyani/fds)
News Feed