Selasa, 20 Nov 2018 08:06 WIB

Laporan dari Jepang

Wah! Ternyata Banyak Orang Indonesia yang Beralih Berobat ke Jepang

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Ilustrasi pemeriksaan di Jepang. Foto: Thinkstock Ilustrasi pemeriksaan di Jepang. Foto: Thinkstock
Jakarta - Jepang dikenal sebagai negara yang sangat berkembang mulai dari segi teknologi, edukasi, sampai ke bidang medis atau pengobatan. Beberapa waktu lalu, nobel untuk pengobatan kanker pun diraih oleh salah satu ahli di Jepang, Tasuku Hanjo. Hal ini pun kemudian mendorong sejumlah masyarakat Indonesia untuk berobat ke negara Matahari Terbit ini.

"Jepang pengobatan baik, alokasi kegiatan mendukung program kesehatan memang baik. Karyawan di sini gajinya banyak dipotong karena untuk ditabung masa pensiun, jaminan kesehatan bisa diambil full. Banyak juga orang indonesia beralih dari Singapura ke Jepang," kata Arifin Tasfir, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia di Jepang, dalam kunjungan Yayasan Onkologi Anak Indonesia, Senin (19/11/2018).

Arifin menyatakan pengobatan yang dilakukan oleh warga Indonesia yang datang ke Jepang sangat beragam. Namun, beberapa kasus untuk pengobatan kanker juga banyak yang merujuk ke rumah sakit-rumah sakit di sekitaran Jepang. Namun untuk angka pasti, Arifin mengaku belum mengetahui secara pasti.


"Saya belum kumpulin karena mereka datang ke sini sebagai turis, ada yang enggak lapor. Beberapa saja (yang melaporkan), misalnya yang perlu keterangan atau yang berobatnya kelamaan dan visanya habis, baru tahu kita," tambahnya.

Nampaknya tren pengobatan di luar negeri sudah tak baru lagi. Di Fuda Cancer Hospital Guangzhou, Cina, setiap tahunnya menerima sekitar 500 warga Indonesia untuk berobat. Indonesia, Filipina, Malaysia dn Thailand adalah negara yang paling banyak berkunjung ke rumah sakit tersebut

(ask/up)
News Feed